Indonesia lanjutkan program makan bergizi gratis seiring kenaikan anggaran 2026

Indonesia lanjutkan program makan bergizi gratis seiring kenaikan anggaran 2026
Lanjutkan makan gratis 2026

Pemerintah Indonesia menegaskan program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut sebagai bagian dari upaya menyalurkan kembali belanja negara ke masyarakat luas. Presiden Prabowo Subianto menyatakan program itu sudah memberi kepastian pasar bagi petani dan nelayan, sekaligus menggerakkan ekonomi desa melalui dapur umum dan koperasi.

Sorotan

  • Anggaran program Makan Bergizi Gratis naik signifikan menjadi Rp 335 triliun pada 2026 dari Rp 71 triliun di 2025, menyasar 82,9 juta penerima.
  • Program MBG memperluas permintaan hasil pertanian, perikanan, dan jasa distribusi pangan, serta menciptakan lapangan kerja melalui dapur umum dan koperasi.
  • Prabowo memastikan optimalisasi dana negara serta pemantauan dan evaluasi ilmiah untuk memaksimalkan manfaat program dan mengurangi potensi kebocoran anggaran.

Kelanjutan program dan dasar kebijakan

Seperti diberitakan Kompas.com, Prabowo menyampaikan komitmen itu saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap 2 di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29/4/2026. Ia mengatakan program MBG sudah menjangkau puluhan juta orang dan akan diteruskan sampai selesai, sambil memperbaiki berbagai kekurangan dalam pelaksanaannya.

Dalam penjelasannya, Prabowo menilai manfaat program sudah dirasakan di tingkat bawah, terutama oleh petani yang sebelumnya kesulitan menjual hasil panen dan menghadapi tekanan harga dari tengkulak. Ia juga menyebut nelayan dan pelaku ekonomi desa ikut memperoleh kepastian permintaan karena adanya penyerapan pasokan untuk kebutuhan program.

Prabowo menegaskan kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk mengembalikan dana negara yang sebelumnya berpotensi bocor akibat korupsi agar digunakan bagi kepentingan rakyat. Ia juga meminta jajaran pemerintah terus mengevaluasi proyek dengan pendekatan objektif, ilmiah, dan berbasis teknologi agar manfaatnya bisa dimaksimalkan.

Dampak fiskal dan implikasi bagi ekonomi desa

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, sebelumnya mengungkapkan BGN mendapat alokasi anggaran total Rp 335 triliun untuk 2026, terdiri dari pagu Rp 268 triliun dan dana standby Rp 67 triliun. Nilai itu jauh lebih besar dibandingkan anggaran 2025 sebesar Rp 71 triliun.

Kenaikan alokasi tersebut mengikuti target penyaluran MBG kepada 82,9 juta penerima pada 2026. Dari sisi ekonomi, perluasan program berpotensi memperbesar permintaan terhadap hasil pertanian, perikanan, serta jasa pendukung distribusi pangan, sambil membuka lapangan kerja baru melalui pembangunan dapur umum dan aktivitas koperasi di berbagai daerah.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang groundbreaking 13 proyek hilirisasi tahap kedua di Cilacap, pemerintah meresmikan paket investasi sekitar Rp116 triliun yang mencakup sektor energi, mineral, dan pertanian. Artikel itu menyoroti bahwa hilirisasi diposisikan sebagai instrumen utama untuk memperdalam nilai tambah domestik, memperkuat rantai pasok, dan membuka ruang ekspansi proyek lanjutan pada 2026.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.