Modal ventura Indonesia hadapi tekanan exit strategy di tengah ketidakpastian global
Volatilitas pasar modal dan ketidakpastian ekonomi global kini mempersempit ruang bagi perusahaan modal ventura untuk merealisasikan keuntungan dari investasinya. Kondisi ini membuat jalur pelepasan kepemilikan melalui merger dan akuisisi dinilai lebih layak dipertimbangkan dibandingkan penawaran umum perdana saham startup.
Sorotan
- Ketidakpastian pasar global menyebabkan investor ventura di Indonesia menahan modal, sehingga peluang exit melalui IPO atau merger dan akuisisi semakin selektif.
- Exit strategy melalui IPO startup dinilai lebih sulit, sehingga merger dan akuisisi menjadi opsi lebih realistis bagi pelaku modal ventura saat ini.
- OJK menyatakan IPO tetap mekanisme exit paling optimal karena menawarkan insentif pajak bagi perusahaan modal ventura, meski membutuhkan persiapan kinerja dan tata kelola yang baik.
Pilihan exit makin selektif
KONTAN Indonesia melaporkan, ketidakpastian pasar berdampak langsung pada peluang perusahaan modal ventura untuk melepas kepemilikan di perusahaan pasangan usaha, baik melalui initial public offering maupun merger dan akuisisi. Venture Partner Init-6 Venture Rexi Christopher mengatakan investor dalam kondisi yang masih tidak pasti cenderung menahan modal, sehingga proses exit menjadi lebih menantang.Menurut Rexi, dari dua jalur yang umum digunakan, exit strategy melalui IPO startup saat ini terbilang lebih sulit dijalankan. Karena itu, merger dan akuisisi menjadi salah satu opsi yang lebih realistis untuk dipertimbangkan oleh pelaku modal ventura dalam mencari jalan keluar atas investasi mereka.
IPO tetap dinilai paling optimal
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan, Agusman, menilai mekanisme IPO dapat menjadi salah satu alternatif exit strategy bagi modal ventura. Ia menyebut jalur ini sebagai mekanisme paling optimal bagi perusahaan modal ventura dan investor karena memungkinkan berbagai insentif pajak ketika sebagian kepemilikan dilepas ke publik.Agusman menambahkan proses IPO melibatkan sejumlah lembaga dan profesi penunjang, termasuk perusahaan sekuritas, Biro Administrasi Efek, akuntan publik, notaris, penasihat hukum, penilai, serta OJK. Menurut dia, dukungan terhadap modal ventura masih diperlukan agar IPO dapat berkembang menjadi mekanisme exit utama di Indonesia, meski perusahaan tetap harus menyiapkan kinerja keuangan, tata kelola, dan kesiapan memenuhi persyaratan pasar modal.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pelemahan tajam IHSG sepanjang kuartal III-2026, kami menyoroti tekanan yang meningkat pada prospek bisnis perusahaan sekuritas akibat turunnya harga saham, nilai transaksi, dan minat investor. Kondisi tersebut menekan pendapatan komisi, mengurangi penggunaan margin trading, serta meningkatkan risiko penundaan underwriting, termasuk IPO dan penerbitan obligasi, hingga pasar kembali kondusif.
Berita Investing Terbaru
- Forex
- Crypto