Harga pangan Jakarta naik, cabai rawit merah capai Rp83.600 per kg

Harga pangan Jakarta naik, cabai rawit merah capai Rp83.600 per kg
Harga pangan Jakarta naik

Pergerakan harga pangan di Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026, menunjukkan kenaikan pada sejumlah komoditas utama, terutama kelompok cabai, bawang, minyak goreng, dan beras. Di saat yang sama, beberapa bahan pokok lain seperti daging ayam, telur ayam, dan tepung terigu tercatat mengalami penurunan harga.

Sorotan

  • Cabai rawit merah di Jakarta naik Rp1.074 menjadi Rp83.600 per kilogram, mencatatkan harga tertinggi dalam pemantauan hari ini.
  • Harga daging sapi murni naik Rp2.350 menjadi Rp147.667 per kilogram dan beras premium meningkat Rp511 menjadi Rp17.758 per kilogram.
  • Lonjakan harga cabai, bawang, dan beras premium memperberat pengeluaran rumah tangga Jakarta, meski beberapa bahan pokok lain turun harga.

Perubahan harga komoditas pangan harian

Menurut Okezone Economy, mengutip Informasi Pangan Jakarta, cabai rawit merah naik Rp1.074 menjadi Rp83.600 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi dalam pemantauan hari ini. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah besar sebesar Rp2.400 menjadi Rp71.167 per kilogram, cabai merah keriting naik Rp2.157 menjadi Rp74.333 per kilogram, dan cabai rawit hijau bertambah Rp4.076 menjadi Rp68.133 per kilogram.

Tekanan harga turut terlihat pada komoditas lain. Daging sapi murni naik Rp2.350 menjadi Rp147.667 per kilogram, minyak goreng bertambah Rp420 menjadi Rp21.780 per liter, sementara beras premium naik Rp511 menjadi Rp17.758 per kilogram dan beras kualitas medium meningkat Rp147 menjadi Rp14.065 per kilogram.

Pada kelompok bumbu dapur, bawang putih naik Rp455 menjadi Rp41.787 per kilogram. Bawang merah juga menguat Rp1.988 menjadi Rp41.100 per kilogram, menandakan kenaikan yang meluas di sejumlah kebutuhan rumah tangga harian.

Dampak pada belanja rumah tangga Jakarta

Di tengah kenaikan tersebut, tidak semua bahan pokok bergerak naik. Beras IR 64 kualitas I justru turun Rp368 menjadi Rp15.678 per kilogram, sementara ringkasan data harian juga menunjukkan penurunan harga pada daging ayam, telur ayam, dan tepung terigu.

Pola ini memperlihatkan tekanan belanja konsumen masih terkonsentrasi pada komoditas hortikultura dan beberapa bahan pangan olahan. Bagi rumah tangga di Jakarta, lonjakan harga cabai, bawang, dan beras premium berpotensi lebih cepat memengaruhi pengeluaran harian karena ketiga kelompok ini termasuk kebutuhan yang sering dibeli.

Penurunan tingkat kemiskinan DKI Jakarta ke 3,96 persen per Maret 2026 menjadi sorotan yang sebelumnya kami ulas, bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi 5,52 persen dan inflasi di kisaran 2,5–2,7 persen. Namun, gini ratio 0,435 menunjukkan ketimpangan pendapatan masih menjadi pekerjaan rumah, sehingga perubahan harga kebutuhan pokok tetap relevan karena langsung memengaruhi daya beli kelompok rentan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.