Harga pangan Indonesia turun, cabai rawit hijau dan telur ayam pimpin pelemahan
Sejumlah harga bahan pangan pokok di Indonesia bergerak turun pada Jumat, 30 Oktober 2026, dengan penurunan paling tajam terjadi pada cabai rawit hijau. Pelemahan juga meluas ke komoditas lain seperti telur ayam, bawang, beras, daging, dan minyak goreng, mencerminkan penurunan yang terjadi di berbagai kelompok kebutuhan pokok.
Sorotan
- Cabai rawit hijau turun 20,65 persen ke Rp63.000/kg dan telur ayam anjlok 13,87 persen menjadi Rp25.450/kg pada 30 Oktober 2026.
- Bawang merah dan bawang putih masing-masing melemah 6,47 persen dan 8,71 persen, sedangkan beras berbagai kualitas turun 1,34–4,8 persen per kilogram.
- Penurunan luas pada komoditas utama seperti cabai, beras, bawang, daging, dan minyak goreng mengindikasikan pelemahan signifikan di pasar pangan nasional.
Pergerakan harga komoditas pada 30 Oktober
Sebagaimana dilaporkan Okezone Economy Indonesia, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia menunjukkan penurunan harga terjadi pada berbagai komoditas pangan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Cabai rawit hijau mencatat penurunan terdalam, turun 20,65 persen menjadi Rp63.000 per kilogram, sementara harga telur ayam merosot 13,87 persen menjadi Rp25.450 per kilogram.Bawang merah turun 6,47 persen menjadi Rp34.700 per kilogram, sedangkan bawang putih melemah 8,71 persen menjadi Rp35.100 per kilogram. Penurunan ini menambah daftar bahan pangan yang bergerak lebih rendah pada hari tersebut.
Pada kelompok beras, beras kualitas bawah I turun 1,34 persen menjadi Rp14.700 per kilogram dan beras kualitas bawah II turun 2,37 persen menjadi Rp14.400 per kilogram. Beras kualitas medium I tercatat turun 4,8 persen menjadi Rp15.850 per kilogram, sementara beras kualitas medium II turun 4,56 persen menjadi Rp15.700 per kilogram.
Dampak bagi pasar pangan nasional
Penurunan harga yang mencakup aneka cabai, beras, bawang, daging ayam, daging sapi, hingga minyak goreng menunjukkan pelemahan terjadi cukup luas di pasar pangan nasional. Pergerakan ini menjadi indikator penting bagi pelaku usaha distribusi pangan dan rumah tangga karena menyentuh sejumlah komoditas konsumsi harian.Bagi pasar, penurunan serentak pada beberapa kelompok pangan dapat memengaruhi pola belanja konsumen serta perencanaan pasokan di tingkat perdagangan. Di sisi lain, data harian seperti ini juga menjadi acuan bagi pemantauan stabilitas harga pangan di Indonesia.
Program ketahanan pangan yang melibatkan TNI Angkatan Darat menjadi salah satu prioritas yang dipercepat setelah pergantian KSAD pada Oktober 2026, seiring dorongan pemerintah untuk memperkuat agenda sosial-ekonomi di lapangan. Dalam liputan kami sebelumnya, kami mencatat fokus percepatan ini mencakup keberlanjutan program ketahanan pangan serta penguatan koordinasi pelaksanaannya di berbagai daerah.
Berita Commodities Terbaru
- Forex
- Crypto