Kementan rencanakan impor sapi untuk dorong swasembada susu nasional
Pemerintah menyiapkan langkah bertahap untuk menambah populasi sapi perah domestik guna mengejar target swasembada susu nasional. Rencana awalnya mencakup impor 100 ribu ekor sapi pada 2027, dengan sasaran total pengadaan mencapai 1 juta ekor hingga 2029.
Sorotan
- Kementerian Pertanian merencanakan impor sapi mulai 100 ribu ekor pada 2027 dan bertahap hingga 1 juta ekor pada 2029.
- Australia, Brasil, dan Meksiko masuk dalam daftar calon pemasok sapi guna mendukung peningkatan populasi sapi perah nasional.
- Impor sapi diharapkan memperkuat pasokan bahan baku susu domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor, dengan detail kebijakan masih tahap konsep.
Rencana impor bertahap hingga 2029
Menurut Okezone Economy Indonesia, Kementerian Pertanian sedang mematangkan konsep impor sapi sebagai bagian dari arahan Presiden untuk memperkuat populasi sapi perah di dalam negeri. Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa mengatakan pengadaan awal ditargetkan sebanyak 100 ribu ekor pada 2027 dan akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 1 juta ekor pada 2029.Saleh menyampaikan rencana tersebut dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menegaskan skema impor itu masih berada pada tahap konsep di Kementerian Pertanian.
Pemerintah juga menyebut sejumlah negara yang masuk dalam rencana asal pengadaan, yakni Australia, Brasil, dan Meksiko. Ketiga negara itu diposisikan sebagai calon pemasok untuk mendukung peningkatan populasi sapi perah nasional.
Dampak terhadap ketahanan pasokan susu
Penambahan populasi sapi perah melalui impor diproyeksikan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pasokan bahan baku susu di pasar domestik. Jika terealisasi sesuai target, program ini dapat memperbesar kapasitas produksi susu nasional dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar negeri.Bagi sektor peternakan, rencana tersebut juga menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan hulu industri susu dalam beberapa tahun ke depan. Namun, karena kebijakan ini masih berstatus konsep, rincian pelaksanaan, distribusi ternak, serta mekanisme pengadaan masih menunggu keputusan lanjutan dari Kementerian Pertanian.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang percepatan program strategis pemerintah oleh TNI AD, kami membahas fokus operasional pada agenda ketahanan pangan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan sekolah rakyat setelah pergantian KSAD. Kami juga menyoroti kesiapan TNI AD mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan program di lapangan.
Berita Food Industry Terbaru
- Forex
- Crypto