Kemendag paparkan tiga program penguatan perdagangan dan ekspor di Rapimnas Kadin 2026

Kemendag paparkan tiga program penguatan perdagangan dan ekspor di Rapimnas Kadin 2026
Penguatan perdagangan & ekspor

Di tengah upaya memperkuat konsumsi domestik dan memperluas jangkauan ekspor, Kementerian Perdagangan menempatkan tiga program utama sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Program tersebut mencakup pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta inisiatif Dari Lokal Untuk Global yang menyasar peningkatan daya saing produk Indonesia.

Sorotan

  • Sepanjang 2025-2026, Kemendag fasilitasi 6.383 UMKM dan berikan kode batang ke 4.100 UMKM untuk penguatan pasar domestik.
  • Pangan Nusa Expo pada 14-18 Oktober 2026 hasilkan potensi transaksi Rp5,9 triliun, sementara Trade Expo Indonesia ke-41 bukukan USD 22,94 miliar.
  • Januari-September 2026, Kemendag fasilitasi 797 business matching dengan potensi transaksi USD 361,55 juta melalui program penguatan ekspor UMKM.

Agenda perdagangan dan capaian program 2025-2026

Menurut Kementerian Perdagangan, Kementerian Perdagangan Indonesia menyampaikan dalam Rapimnas Kadin Indonesia 2026 di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober, bahwa tiga program utama itu dirancang untuk saling mendukung penguatan pasar domestik sekaligus meningkatkan posisi produk Indonesia di pasar global.

Dalam pemaparannya, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan pengamanan pasar dalam negeri terus diperkuat antara lain melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Sepanjang 2025 hingga 2026, Kemendag telah memfasilitasi 6.383 UMKM dan memberikan fasilitas kode batang kepada 4.100 UMKM.

Kemendag juga mencatat Pangan Nusa Expo pada 14-18 Oktober 2026 menghasilkan potensi transaksi Rp5,9 triliun. Untuk perluasan pasar ekspor, pemerintah terus mendorong promosi dagang dan akses ke pasar internasional.

Salah satu capaian itu terlihat pada penyelenggaraan Trade Expo Indonesia ke-41 pada 2026 yang membukukan potensi transaksi USD 22,94 miliar, atau sekitar Rp414,14 triliun. Angka tersebut menunjukkan permintaan terhadap produk Indonesia masih kuat di pasar global.

Dampak bagi UMKM dan jangkauan pasar luar negeri

Melalui program Dari Lokal Untuk Global, Kemendag memperkuat kapasitas ekspor dan daya saing pelaku usaha lewat empat klaster strategis, yaitu UMKM BISA Ekspor, Desa BISA Ekspor, Kemitraan UMKM, dan Campuspreneur.

Sepanjang Januari hingga September 2026, kementerian telah memfasilitasi 797 business matching dengan potensi transaksi mencapai USD 361,55 juta. Kinerja itu turut didukung oleh jaringan Atase Perdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center di luar negeri.

Bagi kalangan usaha, rangkaian program ini memperlihatkan fokus pemerintah pada penguatan rantai pasok domestik, perluasan akses pasar, dan peningkatan kesiapan ekspor UMKM. Kombinasi itu menjadi bagian dari strategi untuk memperbesar kontribusi sektor perdagangan terhadap perekonomian nasional.

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dibuka di ICE BSD City menjadi fokus liputan kami sebelumnya sebagai ajang untuk memperluas akses pasar ekspor dan memperkuat daya saing produk Indonesia bernilai tambah. Artikel tersebut menyoroti target kunjungan dan nilai transaksi, beserta tingginya partisipasi buyer dari berbagai negara dan agenda penandatanganan nota kesepahaman yang mempertegas peran TEI sebagai hub promosi dagang. Kami juga mencatat dorongan pemerintah agar pelaku usaha memanfaatkan pameran untuk memperluas jejaring dan membangun kerja sama ekspor jangka panjang.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.