Pengguna Samsung kirim USDC ke luar negeri

Pengguna Samsung kirim USDC ke luar negeri
Fitur crypto baru untuk pengguna Samsung

​Samsung sedang mempersiapkan peluncuran transfer internasional menggunakan stablecoin USDC melalui Samsung Wallet. Fitur baru ini akan tersedia bagi pengguna smartphone Galaxy yang memenuhi syarat di AS pada pekan terakhir Oktober. Layanan ini berpotensi menjangkau 82 juta perangkat.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Menurut pernyataan Samsung, transfer akan beroperasi di blockchain Solana. Pengguna dapat mengirim USDC ke crypto wallet eksternal dan mentransfer dana ke rekening bank di negara lain.

Transfer internasional tanpa aplikasi terpisah

Layanan baru ini akan terintegrasi langsung ke Samsung Wallet. Pengguna tidak perlu memasang aplikasi tambahan atau mengelola private key sendiri untuk menggunakan USDC.

Sistem ini juga memungkinkan pengguna mengonversi mata uang fiat menjadi USDC, dan sebaliknya. Selain Solana, infrastruktur teknisnya akan melibatkan blockchain Sui. Bastion, penyedia kustodi stablecoin berlisensi di AS, juga menjadi mitra dalam proyek ini.

Samsung tidak berencana membebankan biaya untuk transfer USDC, meskipun wallet penerima dan crypto exchange dapat mengenakan biaya tambahan. Kecepatan transaksi akan bergantung pada kondisi jaringan.

Pengguna Galaxy juga dapat mengirim uang ke rekening bank di lebih dari 60 negara. Penerima akan memperoleh dana dalam mata uang lokal, sementara biaya transfer akan bervariasi tergantung tujuan.

Samsung memperluas kemitraannya dengan Coinbase

Peluncuran transfer USDC menandai tahap baru dalam kemitraan Samsung dengan crypto exchange Coinbase. Pada Oktober 2025, kedua perusahaan memperluas kerja sama, sehingga pengguna Galaxy di AS dapat mengisi saldo akun Coinbase melalui Samsung Pay.

Coinbase kini bertanggung jawab atas kustodi USDC yang disimpan di Samsung Wallet melalui platform institusionalnya, Coinbase Prime.

Alec Lovett, Head of Infrastructure Products di Coinbase, menyatakan bahwa jangkauan global Samsung menciptakan peluang baru untuk menghadirkan USDC kepada pengguna mainstream.

Presiden Solana Foundation Lily Liu juga menyebut integrasi ini sebagai langkah penting menuju penggunaan stablecoin sehari-hari. Menurutnya, solusi seperti ini mengubah dolar digital dari produk cryptocurrency khusus menjadi alat transfer uang yang lebih dikenal.

Samsung berencana memperluas layanan ini ke pasar tambahan pada masa mendatang. Waktu peluncuran internasionalnya akan bergantung pada persyaratan regulasi setempat.

Cryptocurrency hadir di smartphone mainstream

Produsen smartphone semakin memilih mengintegrasikan fitur cryptocurrency ke perangkat yang sudah ada, alih-alih mengembangkan smartphone blockchain khusus. Meskipun telah diupayakan oleh sejumlah perusahaan, perangkat khusus ini belum berhasil meraih adopsi massal. Integrasi crypto wallet dan pembayaran ke dalam aplikasi yang sudah dikenal tampaknya menjadi pendekatan yang lebih menjanjikan, karena pengguna tidak perlu membeli perangkat baru atau menghadapi infrastruktur blockchain yang kompleks.

Pengembangan solusi pembayaran di Solana juga mendukung tren ini. Jaringan yang sebelumnya terutama diasosiasikan dengan memecoin dan trading spekulatif ini semakin banyak digunakan untuk transfer internasional dan penyelesaian transaksi stablecoin. Pada 2026, volume transaksi stablecoin di Solana melampaui $5T. MoneyGram dan Western Union juga turut mengembangkan infrastruktur pembayaran berbasis blockchain, yang menyoroti meningkatnya minat perusahaan keuangan tradisional terhadap teknologi blockchain.

Sebagai pengingat, Ledger meluncurkan pinjaman USDC dan USDT dengan jaminan Bitcoin.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.