Gerindra menyoroti penurunan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia pada era Prabowo
Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi momentum bagi Partai Gerindra untuk menonjolkan klaim perbaikan sejumlah indikator ekonomi nasional. Partai itu menyatakan tingkat kemiskinan, pengangguran, pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengelolaan fiskal menunjukkan tren yang membaik hingga 2026.
Sorotan
- Tingkat kemiskinan turun ke 8,07 persen per Maret 2026 dan pengangguran ke 4,65 persen per Mei 2026, keduanya rekor terendah histori nasional.
- Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada Semester I 2026, tertinggi dalam 13 tahun serta menempati jajaran atas negara G20 dan ASEAN.
- Realisasi investasi hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun naik 7,3 persen tahunan, menyerap 2,19 juta tenaga kerja.
Klaim indikator ekonomi hingga 2026
Seperti diberitakan Kompas.com, Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad dalam keterangan pers pada Selasa, 20 Oktober 2026, menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026. Ia menyebut capaian itu sebagai angka terendah sepanjang sejarah pencatatan statistik kemiskinan nasional.Kamrussamad juga mengatakan Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026, yang menurutnya merupakan level terendah dalam 32 tahun terakhir. Dari sisi pertumbuhan, ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada Semester I 2026 dan mengklaim laju itu termasuk yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir serta berada di jajaran atas di antara negara-negara G20 dan ASEAN.
Di sektor investasi, Kamrussamad menyatakan realisasi investasi hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, naik 7,3 persen secara tahunan. Menurut dia, capaian itu turut menyerap 2,19 juta tenaga kerja Indonesia.
Dampak fiskal dan konteks kebijakan
Selain indikator sosial dan pertumbuhan, Gerindra juga menekankan kondisi fiskal negara yang dinilai tetap terjaga. Kamrussamad mengatakan defisit APBN hingga September 2026 berada di level 1,24 persen terhadap produk domestik bruto, sementara rasio utang pemerintah terhadap PDB per Juni 2026 tercatat 41,26 persen.Ia menilai kedua indikator tersebut masih berada di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara. Klaim ini menunjukkan upaya partai pendukung pemerintah untuk membingkai perbaikan indikator makroekonomi dan ketenagakerjaan sebagai hasil dari kesinambungan kebijakan pada dua tahun pertama pemerintahan Prabowo.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang penurunan kemiskinan DKI Jakarta pada Maret 2026, Pemprov DKI menyebut angka kemiskinan ibu kota turun ke 3,96 persen untuk pertama kalinya di bawah 4 persen. Artikel tersebut juga memaparkan indikator pendukung seperti pertumbuhan ekonomi Jakarta 5,52 persen, inflasi 2,5–2,7 persen, serta menyoroti bahwa ketimpangan pendapatan (gini ratio 0,435) masih menjadi pekerjaan rumah meski data makro membaik.
Berita Income Terbaru
- Forex
- Crypto