BEI jajaki kerja sama broker asing untuk dukung pemenuhan free float 15 persen

BEI jajaki kerja sama broker asing untuk dukung pemenuhan free float 15 persen
BEI gandeng broker asing

Bursa Efek Indonesia sedang memperluas upaya pendalaman pasar di tengah rencana percepatan penerapan batas minimal free float 15 persen bagi emiten. Langkah itu diarahkan untuk memperkuat daya serap investor setelah indeks sempat tertekan oleh akumulasi aksi jual di pasar modal.

Sorotan

  • BEI sedang menjajaki kerja sama dengan bursa saham dan broker asing untuk memperluas akses emiten Indonesia ke investor global dalam rangka pemenuhan free float 15 persen.
  • BEI mengagendakan roadshow ke investor domestik dan asing guna memperkuat permintaan saham serta mendukung penyerapan tambahan saham akibat ketentuan free float baru.
  • Sekitar 270 emiten belum memenuhi batas free float 15 persen, sehingga perluasan basis investor diutamakan agar implementasi kebijakan tidak menambah tekanan pada perdagangan saham.

Strategi BEI memperluas basis permintaan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah bursa saham di luar negeri dan perusahaan pialang asing untuk membantu mempertemukan emiten tercatat dengan investor yang lebih luas. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan pendekatan itu menjadi bagian dari upaya bursa mempercepat implementasi ketentuan batas minimum free float 15 persen.

Menurut Nyoman, penyerapan saham oleh publik menjadi salah satu pertimbangan utama BEI dalam agenda transformasi integritas pasar modal. Ia menyebut BEI telah bertemu dengan beberapa stock exchange di luar negeri dan membuka peluang kolaborasi dari sisi brokerage firm asing agar perusahaan tercatat Indonesia dapat diperkenalkan kepada calon investor baru.

Dampak bagi emiten dan pasar modal

BEI juga telah mengagendakan roadshow untuk menjaring sisi permintaan, baik dari investor domestik maupun asing. Upaya itu ditujukan untuk memperkuat kapasitas pasar dalam menyerap tambahan saham yang akan dilepas ke publik seiring penyesuaian ketentuan free float.

Saat ini masih ada sekitar 270 emiten yang belum memenuhi batas free float 15 persen. Kondisi itu membuat penguatan basis investor menjadi penting agar pelaksanaan kebijakan berlangsung lebih lancar dan tidak menambah tekanan pada perdagangan saham di dalam negeri.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang tekanan IHSG yang turun ke level 5.839, kami menyoroti penilaian BEI bahwa fundamental pasar tetap terjaga berkat kinerja emiten yang solid. Kami juga mencatat rata-rata pertumbuhan laba tahun buku 2025 di atas 21% dan sekitar 80% perusahaan masih membukukan laba bersih pada kuartal I 2026, termasuk LQ45 yang mencatat pertumbuhan laba bersih sekitar 29–30% secara tahunan.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.