IHSG melemah 0,28 persen di tengah tekanan saham komoditas
Perdagangan saham di Jakarta berakhir di zona merah pada Kamis, 11 Juni 2026, setelah Indeks Harga Saham Gabungan berbalik turun dari penguatan awal sesi. Pelemahan indeks terjadi saat tekanan jual meningkat pada paruh perdagangan dan menyeret kinerja sektor-sektor berbasis komoditas.
Sorotan
- IHSG ditutup melemah 0,28 persen ke level 5.902 setelah sempat mencapai level tertinggi harian 6.010,49 di tengah tekanan jual.
- Nilai transaksi mencapai Rp22,10 triliun dengan volume perdagangan 30,58 miliar saham dan kapitalisasi pasar sebesar Rp10.291 triliun, mayoritas saham mengalami koreksi.
- Sektor barang baku turun paling dalam 4,27 persen, namun penurunan IHSG ditahan penguatan sektor keuangan 1,36 persen dan sektor kesehatan 0,74 persen.
Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG menutup perdagangan dengan koreksi 16,35 poin atau 0,28 persen ke level 5.902 pada hari ini. Pada awal perdagangan, indeks sempat naik hingga menyentuh level tertinggi harian 6.010,49, tetapi kemudian berbalik melemah dan turun sampai level terendah 5.784,51 setelah tekanan jual meningkat sejak pertengahan sesi.Dari sisi aktivitas, nilai transaksi tercatat Rp22,10 triliun dengan volume perdagangan 30,58 miliar saham dan frekuensi transaksi 2,314 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp10.291 triliun, sementara breadth pasar menunjukkan sentimen yang cenderung negatif dengan 439 saham melemah, 282 saham menguat, dan 238 saham stagnan.
Sektor penekan dan penopang pasar
Pelemahan IHSG terutama dipicu koreksi pada sektor-sektor berbasis komoditas. Sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 4,27 persen, diikuti sektor energi yang turun 2,12 persen, sedangkan sektor transportasi terkoreksi 1,41 persen dan sektor perindustrian melemah 0,79 persen.Tekanan juga datang dari sektor konsumen non-primer yang turun 0,66 persen serta sektor konsumen primer yang terkoreksi 0,57 persen. Di sisi lain, penurunan indeks tertahan oleh penguatan sektor keuangan sebesar 1,36 persen, sektor kesehatan 0,74 persen, sektor properti 0,70 persen, sektor infrastruktur 0,56 persen, dan sektor teknologi 0,54 persen.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang kondisi perbankan Indonesia hingga April 2026, kami menyoroti bahwa kredit dan dana pihak ketiga masih tumbuh hampir dua digit, dengan likuiditas serta kualitas aset yang relatif terjaga. Kami juga mencatat adanya kenaikan risiko NPL KPR seiring tren suku bunga, sehingga bank cenderung memperketat selektivitas penyaluran kredit dan mengelola likuiditas agar fungsi intermediasi tetap berjalan. Gambaran ini penting karena kekuatan sektor keuangan dapat menjadi penopang saat IHSG tertekan oleh koreksi sektor komoditas.
Berita Commodities Terbaru
- Forex
- Crypto