Pertamina pertahankan harga BBM per 27 Agustus, penyesuaian September mengikuti minyak dan rupiah
Menjelang penyesuaian harga berikutnya, daftar harga BBM Pertamina pada Kamis, 27 Agustus 2026, masih mencerminkan perubahan yang berlaku sejak awal bulan. Arah kebijakan untuk September 2026 tetap dipengaruhi pergerakan harga minyak dunia dan kurs rupiah, dengan Brent berada di USD92 per barel dan WTI di USD85 per barel.
Sorotan
- Pertamina mempertahankan harga BBM hingga 27 Agustus 2026 dan penyesuaian berikutnya menunggu evaluasi awal September berdasarkan tren minyak dan rupiah.
- Harga Pertamax turun Rp300 ke Rp15.950 per liter, Pertamax Turbo turun Rp1.000 ke Rp18.300, dan Pertamax Green turun Rp400 ke Rp16.600 sejak 1 Agustus 2026.
- Dengan Brent di USD92 per barel dan WTI di USD85, potensi penyesuaian harga BBM September bergantung pada tren harga minyak dan kurs rupiah.
Rincian harga dan jadwal penyesuaian
Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, penyesuaian harga BBM Pertamina berikutnya biasanya diumumkan setiap tanggal 1, sehingga perubahan untuk September 2026 masih menunggu evaluasi perusahaan terhadap tren pasar energi global dan nilai tukar.Pada 1 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga telah menurunkan harga BBM nonsubsidi untuk beberapa produk utama. Harga Pertamax turun Rp300 menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter. Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter, sedangkan Pertamax Green turun menjadi Rp16.600 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter.
Dampak pada konsumen dan pasar energi
Pergerakan harga minyak dunia tetap menjadi faktor utama dalam pembentukan harga jual BBM nonsubsidi di Indonesia. Dengan level Brent di USD92 per barel dan WTI di USD85 per barel, ruang penyesuaian harga pada September akan sangat bergantung pada apakah tren ini bertahan hingga awal bulan.Bagi konsumen, belum berubahnya harga pada 27 Agustus memberi kepastian sementara untuk biaya transportasi dan operasional. Namun, pasar tetap mencermati keputusan awal September karena perubahan kurs rupiah terhadap dolar U.S. juga dapat memengaruhi besaran penyesuaian harga di SPBU Pertamina.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang evaluasi data desil kesejahteraan (DTSEN), kami membahas menguatnya perdebatan soal akurasi klasifikasi desil yang kerap dinilai tidak mencerminkan kondisi ekonomi riil warga. Kami juga menyoroti rencana pemerintah membatasi akses BBM subsidi berbasis desil—dengan desil 10 sebagai kelompok yang tidak lagi berhak—serta risiko salah sasaran jika pemutakhiran dan verifikasi data tidak diperkuat.
- Forex
- Crypto