PLN EPI dorong kolaborasi biomassa di Indonesia saat potensi bahan baku mencapai 83,4 juta ton per tahun
Ketersediaan bahan baku energi hayati di Indonesia mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun, dengan sebaran terbesar berada di Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Skala pasokan ini memperkuat ruang pengembangan ekosistem energi hijau berbasis biomassa sekaligus membuka peluang keterlibatan pelaku usaha lokal di sekitar wilayah pembangkit.
Sorotan
- PLN EPI memetakan potensi biomassa Indonesia sebesar 83,4 juta ton per tahun dan membangun skema rantai pasok terintegrasi lewat sub-hub, hub, dan main hub.
- PLN EPI mengembangkan fasilitas hub biomassa di berbagai lokasi strategis hingga 2027 untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan suplai biomassa.
- Sekitar 200 mitra pemasok, termasuk 80 persen UMKM, telah berkolaborasi dengan PLN EPI dengan rata-rata kontribusi pasokan biomassa 2,5 juta ton per tahun.
Pemetaan pasokan dan pengembangan hub biomassa
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, PLN EPI memetakan sumber daya biomassa berdasarkan kedekatan dengan pembangkit dan mengembangkan standardisasi rantai pasok melalui konsep sub-hub, hub, dan main hub. Bahan baku tersebut berasal dari residu kelapa sawit, kayu, sekam padi, tebu, jagung, hingga limbah perkotaan.Dalam skema itu, sub-hub menjadi titik pengumpulan bahan baku, sementara hub berfungsi sebagai fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengendalian kualitas. Main hub memiliki fungsi yang lebih terintegrasi, mencakup produksi, blending, penyimpanan, serta pengendalian kualitas sebelum produk disalurkan ke pembangkit maupun pengguna lain.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki sumber daya bahan baku energi hayati yang melimpah dan tersebar dekat dengan berbagai titik pembangkit PLN. Menurut dia, kondisi itu menjadi modal penting untuk membangun rantai pasok yang efisien sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
Strategi ini sejalan dengan pengembangan fasilitas hub PLN EPI pada sejumlah lokasi strategis hingga 2027 untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa, termasuk melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Dampak bagi ekonomi daerah dan pelaku usaha
PLN EPI mengajak pelaku usaha dan mitra strategis memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem energi hijau berbasis biomassa melalui pemanfaatan residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga sampah menjadi sumber energi bernilai tambah. Pendekatan ini menempatkan biomassa tidak hanya sebagai pasokan energi, tetapi juga sebagai penggerak kegiatan ekonomi di daerah.Menurut Hokkop, pengembangan rantai pasok biomassa sekaligus membuka ruang luas bagi keterlibatan pelaku usaha lokal. Saat ini, PLN EPI telah berkolaborasi dengan hampir 200 mitra pemasok, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan UMKM yang terhubung dengan masyarakat dan sumber bahan baku di berbagai daerah.
Ia menambahkan rata-rata 2,5 juta ton pasokan berasal dari kolaborasi antara mitra usaha UMKM dan masyarakat desa. Skema ini menunjukkan pengembangan biomassa juga mendorong ekonomi sirkular di tingkat lokal.
Dorongan keluar dari middle income trap lewat percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi fokus yang sebelumnya kami bahas, termasuk peran pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan belanja, investasi, dan ekspor. Dalam ulasan itu, kami juga menyoroti bagaimana orientasi ekspor berbasis ekonomi sirkular—seperti kisah UMKM Lumosh di Surabaya yang mengolah limbah keramik menjadi produk bernilai tambah untuk pasar Eropa—dapat memperkuat ekonomi daerah melalui penciptaan nilai, lapangan kerja, dan perluasan akses pasar.
Berita BIS Terbaru
- Forex
- Crypto