BCA proyeksikan margin bunga bersih turun pada 2026 di tengah persaingan kredit

BCA proyeksikan margin bunga bersih turun pada 2026 di tengah persaingan kredit
Persaingan tekan margin BCA

Persaingan yang makin ketat dalam penyaluran kredit dan penghimpunan dana mendorong tekanan berlanjut pada margin bunga bersih perbankan. BCA menilai tren ini masih dapat berlangsung dalam tiga tahun ke depan, meski pertumbuhan volume kredit dinilai tetap menopang laba industri.

Sorotan

  • BCA memproyeksikan NIM turun menjadi 5,4% pada akhir 2026 dari 5,7% pada tahun lalu, meski target pertumbuhan kredit mendekati 10%.
  • Semester I 2026, NIM BCA tercatat 5,3%, turun 50 basis poin dari 5,8% di semester I 2025 akibat persaingan likuiditas.
  • Direktur Vera Eve Lim menyatakan margin bank tertekan di tengah perebutan dana, namun profitabilitas masih terjaga dengan pertumbuhan volume kredit yang kuat.

Proyeksi NIM dan target kredit 2026

KONTAN melaporkan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperkirakan margin bunga bersih atau net interest margin perbankan terus menurun seiring pertumbuhan kredit dalam beberapa tahun terakhir yang lebih cepat dibandingkan dana pihak ketiga. Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan kondisi tersebut mencerminkan penetrasi intermediasi perbankan yang semakin baik.

Dalam Public Expose Live 2026 pada Rabu, 9 September 2026, Vera mengatakan NIM kemungkinan terus menurun, tetapi volume bisnis tetap meningkat sehingga laba perbankan terjaga. Menurut dia, bila seluruh bank agresif menumbuhkan kredit dan menjaring dana, tekanan terhadap margin menjadi sulit dihindari.

BCA memperkirakan NIM perseroan pada akhir 2026 berada di kisaran 5,4%, turun dari 5,7% pada tahun lalu. Sementara itu, target pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 dipatok mendekati 10%.

Dampak pada kinerja dan industri perbankan

Tekanan pada margin juga sudah tercermin pada kinerja BCA sepanjang semester I 2026. Vera mengatakan NIM BCA tercatat 5,3%, turun 50 basis poin dari 5,8% pada semester I 2025.

Penurunan ini menunjukkan bank menghadapi lingkungan operasi yang semakin kompetitif, terutama ketika kebutuhan pendanaan tumbuh di tengah perebutan likuiditas. Meski begitu, pandangan BCA menyebut pelemahan margin tidak serta-merta menekan profitabilitas bila pertumbuhan volume kredit tetap kuat.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi BNI menghadapi tekanan NIM 2026, dibahas penyesuaian target NIM ke 3,3%–3,5% seiring persaingan suku bunga kredit dan kenaikan biaya dana, meski pertumbuhan kredit masih kuat. Kami juga menyoroti upaya BNI mengoptimalkan CASA melalui platform digital serta disiplin pricing dan selektivitas penyaluran kredit untuk menjaga profitabilitas di tengah perebutan likuiditas.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.