Indonesia Eximbank dorong ekspor pala ke Tiongkok lewat transaksi UKM 20 ton
Di tengah pelemahan permintaan pala dari Tiongkok pada awal 2026, Indonesia Eximbank memperkuat pendampingan bagi UKM ekspor rempah untuk membuka kembali akses pasar. Upaya itu menghasilkan transaksi pascapameran sebesar 20 ton pala senilai Rp181,3 juta oleh CV Alpha Agro Indonesia setelah partisipasi pada CISMEF 2026 di Guangzhou.
Sorotan
- Indonesia Eximbank dan Kementerian UMKM RI memfasilitasi partisipasi UKM Indonesia dalam The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair 2026 di Guangzhou pada 3-6 September 2026.
- CV Alpha Agro Indonesia mencatat transaksi ekspor pala sebesar 20 ton senilai Rp181,3 juta pascapameran internasional tersebut.
- Agenda bisnis matching mendukung UKM memperluas penetrasi pasar rempah dan produk kelapa Indonesia ke Tiongkok dengan fokus pada kesinambungan pasokan dan kualitas produk.
Pendampingan pameran dan transaksi ekspor
KONTAN melaporkan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, atau Indonesia Eximbank, bersinergi dengan Kementerian UMKM RI dalam pameran The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair 2026 di Guangzhou, China, pada 3-6 September 2026. Kegiatan itu ditujukan untuk mendukung akses pasar UKM Indonesia kepada calon pembeli potensial di Tiongkok, khususnya di sektor rempah dan produk kelapa, melalui agenda business matching yang difasilitasi Kementerian UMKM Republik Indonesia.Salah satu hasil konkret dari agenda tersebut datang dari CV Alpha Agro Indonesia, eksportir rempah yang mencatat transaksi pascapameran sebesar 20 ton pala dengan nilai mencapai Rp181,3 juta. Manajer CV Alpha Agro Indonesia, Lusy, mengatakan keikutsertaan dalam pameran internasional tidak hanya ditujukan untuk mencari pembeli dan memperkuat branding di pasar luar negeri, tetapi juga untuk mempelajari karakteristik calon pembeli, preferensi pasar, skema pembayaran, dan proses pengiriman.
Lusy menegaskan keberhasilan UKM di pameran internasional tidak semata diukur dari transaksi selama pameran berlangsung. Menurut dia, nilai utama kegiatan semacam itu terletak pada kemampuan pelaku usaha menindaklanjuti pertemuan dengan calon pembeli menjadi peluang bisnis berkelanjutan, sambil menjaga kualitas produk dan kesinambungan pasokan ketika kesepakatan ekspor tercapai.
Dalam liputan kami sebelumnya tentang dukungan KB Bank bagi UMKM melalui literasi finansial dan solusi transaction banking, kami menyoroti pentingnya penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan efisiensi arus kas agar bisnis lebih siap berekspansi. Artikel itu juga mengulas ketersediaan layanan seperti cash management, trade finance, dan foreign exchange yang dapat membantu pelaku usaha menjalankan transaksi perdagangan dengan lebih terukur dan berkelanjutan.
Berita Supply Chain Terbaru
- Forex
- Crypto