BRI dan Eastspring luncurkan tiga reksadana baru untuk memperluas diversifikasi investasi

BRI dan Eastspring luncurkan tiga reksadana baru untuk memperluas diversifikasi investasi
Tiga reksadana baru BRI

BRI memperluas jajaran produk wealth management dengan menghadirkan tiga reksadana baru bersama Eastspring Investments Indonesia pada 8 Oktober 2026. Langkah ini menambah pilihan instrumen bagi nasabah dengan profil risiko berbeda, mulai dari pendapatan tetap hingga indeks saham berbasis ESG.

Sorotan

  • BRI dan Eastspring Investments Indonesia meluncurkan tiga reksadana baru yaitu Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A, Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A, dan Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A dengan investasi minimum Rp100.000.
  • Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A mencatat dana kelolaan Rp5,53 triliun dan kinerja kumulatif 86,02% sejak peluncuran 16 Maret 2015 hingga Agustus 2026.
  • Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A menargetkan Pembagian Hasil Investasi sekitar 6,5% per tahun hingga Januari 2027 melalui distribusi dividen bulanan dan eksposur 11% pada obligasi korporasi berkualitas tinggi.

Peluncuran produk dan strategi distribusi

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Eastspring Investments Indonesia resmi menghadirkan tiga produk reksadana baru untuk memperkaya solusi investasi bagi nasabah. Ketiga produk itu adalah Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A, Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A, dan Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A, dengan investasi awal minimum serta kelipatan Rp100.000.

BRI menyatakan kehadiran dua reksadana pendapatan tetap dan satu reksadana indeks saham berbasis Environmental, Social, and Governance, atau ESG, melengkapi layanan BRI Wealth Management bagi nasabah dengan tujuan investasi yang beragam. Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan kolaborasi dengan Eastspring Investments Indonesia memperkuat rangkaian solusi investasi yang ditawarkan, sekaligus memberi fleksibilitas dalam penyusunan portofolio sesuai profil risiko, preferensi investasi, dan tujuan keuangan nasabah.

Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A merupakan reksadana pendapatan tetap berprofil risiko menengah yang berfokus pada surat utang pemerintah Indonesia, obligasi korporasi domestik, dan instrumen pasar uang dalam negeri. Produk yang diluncurkan pada 16 Maret 2015 itu mencatat dana kelolaan Rp5,53 triliun dan kinerja kumulatif 86,02% sejak peluncuran berdasarkan data Agustus 2026.

Eastspring Investments IDR High Grade Kelas A juga merupakan reksadana pendapatan tetap berprofil risiko menengah. Produk yang diluncurkan pada 9 Januari 2013 itu berinvestasi pada obligasi pemerintah dan korporasi Indonesia, termasuk alokasi sekitar 11% pada obligasi korporasi berkualitas tinggi, serta menawarkan distribusi dividen bulanan dengan target Pembagian Hasil Investasi sekitar 6,5% per tahun hingga Januari 2027.

Dampak bagi nasabah dan pasar investasi

Eastspring IDX ESG Leader Plus Kelas A melengkapi penawaran tersebut sebagai reksadana indeks saham berprofil risiko tinggi yang mengacu pada Indeks IDX ESG Leaders. Produk yang diluncurkan pada 12 Januari 2022 ini ditujukan bagi investor berpengalaman dengan horizon investasi di atas lima tahun yang ingin mengintegrasikan prinsip ESG dalam pengelolaan portofolio.

Menurut Aris, diversifikasi lintas aset dan investasi berbasis keberlanjutan menjadi pertimbangan penting dalam pembentukan portofolio jangka panjang. Ia menilai nasabah kini tidak hanya mempertimbangkan potensi pertumbuhan aset, tetapi juga kemampuan portofolio menghadapi berbagai siklus pasar, sehingga penambahan tiga reksadana ini mempertegas komitmen BRI Wealth Management dalam menyediakan layanan yang komprehensif dan bernilai tambah.

Presiden Direktur Eastspring Indonesia Sulystari Rizal mengatakan kerja sama dengan BRI menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap solusi investasi yang dikelola secara profesional. Menurut dia, kolaborasi ini diharapkan menjangkau lebih banyak investor dan mendukung mereka membangun masa depan keuangan yang lebih baik.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang portofolio pembiayaan ESG Bank Syariah Indonesia (BSI), kami menyoroti kenaikan pembiayaan berbasis Environmental, Social, and Governance yang per Juni 2026 mencapai Rp78,6 triliun atau 23,1% dari total pembiayaan. Artikel tersebut juga membahas penguatan pendanaan berkelanjutan melalui penerbitan sustainable sukuk serta dorongan pembiayaan inklusif, termasuk dukungan bagi UMKM dan penguatan tata kelola.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.