BCA catat pertumbuhan kredit 10,5%, pembiayaan UKM melampaui industri
Pertumbuhan penyaluran kredit PT Bank Central Asia Tbk terus berlanjut hingga Agustus 2026, didorong pembiayaan di segmen korporasi, komersial, dan usaha kecil menengah. Di tengah ekspansi itu, kredit UKM perseroan pada Juli 2026 tumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata industri perbankan, sementara kualitas aset tetap terjaga.
Sorotan
- BCA mencatat pertumbuhan kredit bank only 10,5% yoy hingga Agustus 2026 menjadi Rp 1.017 triliun, didorong penyaluran pembiayaan ke berbagai segmen.
- Kredit BCA ke segmen UKM mencapai Rp 134 triliun per Juli 2026, naik 6,9% yoy dan melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang hanya 1,2%.
- Rasio kredit bermasalah BCA per Agustus 2026 tercatat 1,8% dan loan at risk 4,7%, menunjukkan ekspansi kredit tetap terkendali dari sisi risiko.
Ekspansi kredit dan fokus pembiayaan usaha
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk mencatat pertumbuhan kredit bank only sebesar 10,5% secara tahunan hingga Agustus 2026 menjadi Rp 1.017 triliun. Kenaikan ini ditopang penyaluran pembiayaan ke berbagai segmen, mulai dari korporasi, komersial, hingga usaha kecil dan menengah.Secara khusus, kredit BCA ke segmen UKM mencapai Rp 134 triliun per Juli 2026, naik 6,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, laju ini melampaui rata-rata pertumbuhan kredit UKM industri perbankan yang sebesar 1,2% pada periode yang sama.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih menyatakan pertumbuhan kredit tersebut mencerminkan komitmen bank dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan pelaku usaha di berbagai sektor. Salah satu instrumen yang digunakan adalah Kredit Multiguna Usaha MerDeKa, yang menyasar pelaku usaha di sektor material, pengembang, dan kontraktor.
John juga mengatakan perseroan terus memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit agar pertumbuhan dapat berlangsung sehat dan berkelanjutan. Selain pembiayaan, BCA menjalankan program pendampingan seperti BCA Bangga Lokal, UMKM Go Export, Sertifikasi Halal, dan BCA UMKM Fest untuk mendukung pengembangan usaha UKM.
Kualitas aset dan implikasi bagi perbankan
Di tengah ekspansi kredit, BCA tetap menjaga kualitas asetnya. Per Agustus 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan tercatat 1,8%, sedangkan rasio loan at risk berada di level 4,7%.Bank berkode saham BBCA itu menyatakan akan terus mempertimbangkan prospek usaha debitur dan dinamika perekonomian dalam menyalurkan kredit, sembari menjaga kualitas pembiayaan dan likuiditas. Dengan pertumbuhan kredit yang tetap positif dan risiko yang terkendali, kinerja ini memperlihatkan ruang bagi bank besar untuk terus mendorong pembiayaan usaha ketika pertumbuhan kredit UKM industri masih relatif terbatas.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada sisa 2026, kami menyoroti realisasi KUR yang sudah mendekati target tahunan, tetapi serapannya masih tertahan oleh pelemahan daya beli dan kehati-hatian pelaku UMKM dalam berekspansi. Artikel tersebut juga menekankan bahwa KUR belum menutup seluruh gap pembiayaan UMKM, sehingga perlu skema pelengkap, sekaligus menggarisbawahi pentingnya menjaga kualitas kredit di tengah dorongan ekspansi.
Berita Local Business Terbaru
- Forex
- Crypto