Oksana Koneva

Infovesta catat unitlink saham valas membukukan return positif hingga September 2026

Infovesta catat unitlink saham valas membukukan return positif hingga September 2026
Unitlink valas tetap unggul

Kinerja unitlink saham berbasis valuta asing tetap menguat hingga September 2026 ketika produk berbasis domestik berada di bawah tekanan. Pelemahan rupiah menambah imbal hasil saat keuntungan investasi dalam mata uang asing dikonversi ke rupiah, sehingga menopang daya tarik instrumen ini bagi diversifikasi portofolio.

Sorotan

  • Infovesta Utama mencatat rata-rata return unitlink saham berbasis valuta asing mencapai 4,18% year to date hingga September 2026, dengan 44 dari 72 produk mencetak kinerja positif.
  • Unitlink pasar uang berbasis dolar U.S. membukukan return 8,6% hingga 8,9% year to date, sementara unitlink saham domestik mencatat return negatif 15,76% hingga September 2026.
  • Unitlink pendapatan tetap berbasis dolar U.S. turun dengan rata-rata return 1,53% pada September 2026 dan terkoreksi 1,72% year to date, di tengah pelemahan rupiah.

Kinerja unitlink valas hingga September 2026

Seperti dilaporkan KONTAN, PT Infovesta Utama mencatat rata-rata return unitlink saham berbasis valuta asing mencapai 4,18% secara year to date hingga September 2026. Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan 44 dari 72 produk unitlink saham berbasis valuta asing mencetak kinerja positif sepanjang periode tersebut.

Menurut Wawan, produk berbasis valuta asing menjadi penopang portofolio pada tahun ini di tengah lemahnya kinerja instrumen domestik. Sebaliknya, unitlink saham berbasis domestik membukukan rata-rata return negatif 15,76% hingga September 2026.

Selain kategori saham, unitlink pasar uang berbasis valuta asing, khususnya dolar U.S., juga mencatat hasil positif. Wawan menyebut beberapa produk dalam kategori ini menghasilkan return sekitar 8,6% hingga 8,9% secara year to date.

Dampak kurs dan risiko bagi investor

Pelemahan rupiah memberikan tambahan imbal hasil ketika keuntungan investasi dalam valuta asing dikonversi ke mata uang domestik. Kondisi ini ikut menjelaskan meningkatnya minat terhadap unitlink berbasis valuta asing saat instrumen investasi domestik tertekan.

Namun, kinerja positif tidak merata di seluruh kategori. Infovesta mencatat unitlink pendapatan tetap berbasis dolar U.S. justru turun dengan rata-rata return 1,53% pada September 2026 dan terkoreksi 1,72% secara year to date hingga September 2026.

Perbedaan hasil ini menunjukkan kinerja unitlink tidak hanya ditentukan oleh pergerakan kurs, tetapi juga oleh kualitas aset dasar investasinya. Ke depan, Wawan menilai unitlink berbasis valuta asing masih menarik sebagai pelengkap diversifikasi, meski investor tetap perlu memperhitungkan risiko fluktuasi nilai tukar karena penguatan rupiah dapat menggerus sebagian keuntungan dari selisih kurs.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang pelemahan rupiah ke Rp17.938 per dolar AS, kami membahas bagaimana tekanan geopolitik di sekitar Selat Hormuz serta data inflasi September yang lebih tinggi dari perkiraan memperburuk sentimen pasar. Ulasan itu juga menyoroti bahwa kombinasi risiko global dan kekhawatiran defisit transaksi berjalan membuat pergerakan rupiah cenderung fluktuatif dengan bias melemah, sehingga meningkatkan volatilitas nilai tukar yang perlu diantisipasi investor.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.