BNI catat transaksi wondr Rp 1,774 triliun hingga September 2026
Penggunaan layanan perbankan digital BNI terus menguat hingga akhir September 2026, seiring perubahan kebiasaan nasabah dalam bertransaksi dan mengakses layanan. Kenaikan aktivitas ini ikut menopang pertumbuhan pengguna aplikasi, dana murah perseroan, serta ekspansi kredit pada kuartal III-2026.
Sorotan
- BNI mencatat transaksi melalui aplikasi wondr sebesar Rp 1,774 triliun hingga September 2026, naik 25% YoY, dengan 16,6 juta pengguna, melonjak 58% YoY.
- CASA BNI tumbuh 19,6% YoY menjadi Rp 733,7 triliun pada September 2026, melampaui pertumbuhan industri perbankan sebesar 9,7%, menopang penyaluran kredit tumbuh 22,2% YoY.
- Sepanjang 2026, BNI meraih tiga GovMedia Awards di Singapura, posisi Top 3 Financial Services Danantara CX100, dan Leadership in Corporate Governance IICD.
Pertumbuhan transaksi digital dan basis pengguna
KONTAN melaporkan, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membukukan nilai transaksi melalui aplikasi wondr by BNI sebesar Rp 1,774 triliun hingga September 2026, naik 25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.Jumlah pengguna wondr by BNI mencapai 16,6 juta hingga September 2026, atau melonjak 58% secara tahunan. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan peningkatan aktivitas transaksi digital mencerminkan perubahan kebutuhan dan kebiasaan nasabah dalam mengakses layanan perbankan.
Menurut Okki, BNI terus mengembangkan layanan digital sambil meningkatkan kualitas pelayanan di kantor cabang agar nasabah semakin mudah memenuhi kebutuhan perbankannya. Di segmen bisnis dan korporasi, nilai transaksi BNIdirect mencapai Rp 9,324 triliun hingga kuartal III-2026, tumbuh 16% YoY, sementara jumlah penggunanya naik 19% YoY menjadi 293.000.
BNI juga memperluas ekosistem layanannya melalui wondrZ yang menyasar anak dan remaja, serta wondr Merchant untuk membantu pelaku usaha menerima pembayaran digital dan mengelola transaksi bisnis.
Dampak pada pendanaan dan penguatan bisnis
Peningkatan aktivitas transaksi digital turut mendukung pertumbuhan current account saving account (CASA) BNI. Hingga September 2026, CASA perseroan mencapai Rp 733,7 triliun, tumbuh 19,6% YoY, melampaui pertumbuhan CASA industri perbankan yang tercatat 9,7%.Penguatan dana murah itu ikut menopang kapasitas intermediasi BNI. Hingga kuartal III-2026, penyaluran kredit perseroan tumbuh 22,2% YoY, sejalan dengan strategi perusahaan yang menempatkan pengembangan layanan digital sebagai bagian dari pendorong pertumbuhan bisnis.
Okki mengatakan penguatan layanan digital berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh, termasuk penguatan sisi depan yang ditopang keandalan operasional, sistem, dan infrastruktur back end. Selain itu, BNI juga mengembangkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung layanan sektor publik.
Pada 2026, upaya tersebut membawa BNI meraih tiga penghargaan GovMedia Awards di Singapura untuk kategori Digital Initiative, Process Optimization, dan Public Sector Initiative. BNI juga menempati posisi Top 3 sektor Financial Services dan Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026, serta memperoleh penghargaan Leadership in Corporate Governance pada The 17th IICD Corporate Governance Award 2026 dan masuk daftar Top 50 Emiten BigCap Public Listed Company.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang tren bank besar yang makin mengandalkan fee-based income, kami mencatat pertumbuhan pendapatan komisi di sejumlah bank kerap melampaui pendapatan bunga bersih (NII) di tengah tekanan margin. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa dorongan transaksi digital—mulai dari mobile banking, QRIS, hingga wealth management—menjadi mesin utama pendapatan nonbunga, meski membutuhkan investasi teknologi dan pemasaran agar tetap efisien.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto