IHSG turun pada sesi I perdagangan Jakarta

IHSG turun pada sesi I perdagangan Jakarta
IHSG melemah di sesi I

Perdagangan saham di Jakarta masih bergerak fluktuatif hingga akhir sesi I pada Selasa, dengan Indeks Harga Saham Gabungan tetap berada di zona merah. Pelemahan indeks utama terjadi di tengah pergerakan yang beragam pada sejumlah indeks acuan lain dan nilai transaksi yang mencapai Rp743 miliar.

Sorotan

  • IHSG turun 0,32 persen ke level 5.355 pada akhir sesi I perdagangan Selasa, 27/10/2026, setelah sempat menguat di awal sesi.
  • Volume perdagangan sesi I mencapai 262 juta saham dengan 300 saham menguat, 147 saham melemah, dan 516 saham stagnan.
  • Indeks LQ45 turun 0,10 persen ke level 541,632 dan IDX LQ45 Low Carbon Leaders melemah 0,57 persen ke 76,484, sedangkan IDX80 naik 0,04 persen ke 80,212.

Pergerakan indeks dan aktivitas transaksi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG turun 0,32 persen ke level 5.355 pada akhir sesi I perdagangan Selasa, 27/10/2026, setelah sempat menguat usai pembukaan sebelum kembali terkoreksi menjelang penutupan sesi pertama.

Pergerakan indeks lain bervariasi. Indeks LQ45 turun 0,10 persen ke level 541,632, IDX LQ45 Low Carbon Leaders melemah 0,57 persen ke level 76,484, IDX30 terkoreksi 0,20 persen ke level 303,543, sementara IDX80 menguat 0,04 persen ke level 80,212.

Sebelumnya, IHSG tercatat melemah 0,07 persen ke level 5.369. Pada perdagangan tersebut, sebanyak 300 saham menguat, 147 saham melemah, dan 516 saham lainnya stagnan, dengan volume perdagangan mencapai 262 juta saham.

Dampak pada indeks acuan lain

Tekanan pada IHSG juga tercermin pada sebagian indeks utama lain, meski tidak merata di seluruh segmen pasar. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih bergerak selektif pada sesi pertama perdagangan.

Indeks LQ45 tercatat melemah 0,18 persen ke level 541. Di sisi lain, Jakarta Islamic Index menguat 0,27 persen ke level 317, sedangkan indeks MNC36 turun 0,30 persen ke level 238 dan IDX30 melemah 0,32 persen ke level 303.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penurunan IHSG pada penutupan perdagangan 15 Oktober 2026, indeks terkoreksi 1,33% ke level 5.863 di tengah tekanan jual yang meluas dan seluruh indeks sektoral berada di zona merah. Artikel itu juga menyoroti pelemahan pada indeks acuan lain seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36, sekaligus merinci aktivitas transaksi serta daftar saham yang menguat dan menjadi penekan terbesar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.