BEI keluarkan 81 saham HSC dari perhitungan IHSG mulai perdagangan Senin

BEI keluarkan 81 saham HSC dari perhitungan IHSG mulai perdagangan Senin
81 saham HSC dikeluarkan

Bursa Efek Indonesia mulai mengeluarkan saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin, 2 November 2026. Langkah ini memangkas jumlah konstituen saham yang dihitung dalam mesin indeks IHSG menjadi 837 saham setelah 81 saham HSC dan emiten papan akselerasi dikecualikan.

Sorotan

  • BEI mengeluarkan 81 saham berkategori high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG setelah sesi perdagangan Jumat lalu berakhir.
  • Jumlah konstituen IHSG kini menjadi 837 saham setelah penyesuaian dan pengecualian saham papan akselerasi oleh BEI.
  • IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1 persen pada pembukaan Senin, namun BEI menegaskan pergerakan mencerminkan dinamika pasar, bukan distorsi teknis.

Pelaksanaan teknis perubahan konstituen indeks

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, BEI menyatakan pengeluaran saham high shareholding concentration, atau HSC, dari perhitungan IHSG telah dieksekusi secara teknis segera setelah sesi perdagangan akhir pekan lalu berakhir.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan indeks pada Jumat setelah pasar tutup. Ia menambahkan sebagian vendor data kemungkinan masih menyesuaikan tampilan datanya pada perdagangan Senin.

Total saham berklasifikasi HSC yang dikeluarkan dari konstituen IHSG mencapai 81 saham. Setelah penyesuaian tersebut dan pengecualian emiten yang berada di papan akselerasi, jumlah saham yang masuk dalam mesin indeks IHSG kini tersisa 837 saham.

Dampak awal pada perdagangan pasar

Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, IHSG sempat terkoreksi lebih dari 1 persen. Namun BEI menegaskan pergerakan itu merupakan respons murni dari aktivitas transaksi di pasar, bukan akibat perubahan mekanisme perhitungan yang memicu distorsi tersendiri.

Jeffrey menyatakan naik turunnya indeks merupakan bagian dari dinamika pasar yang berjalan normal. Menurut dia, mekanisme pasar tetap bekerja, sementara indeks hanya mencerminkan penyesuaian atas keluarnya saham-saham yang sebelumnya masuk klasifikasi HSC.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG pada 15 Oktober 2026, indeks ditutup turun 1,33% ke level 5.863 di tengah tekanan jual yang meluas dan seluruh indeks sektoral berada di zona merah. Artikel tersebut juga menyoroti aktivitas transaksi, kinerja indeks-indeks unggulan seperti LQ45 dan JII, serta saham-saham yang menjadi penguat dan penekan terbesar pada hari itu.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.