Papua Barat dorong pengeringan gabah lebih cepat dengan mesin dua ton
Petani transmigran di Distrik Oransbari, Kawasan Transmigrasi Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, kini mendapat opsi pengeringan gabah yang tidak lagi bergantung pada cuaca cerah selama berhari-hari. Teknologi berkapasitas dua ton itu memangkas waktu pengeringan dari tiga hingga tujuh hari menjadi belasan jam serta didukung pembangkit listrik tenaga surya untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan listrik.
Sorotan
- Tim Ekspedisi Patriot ITS mengembangkan mesin pengering gabah berkapasitas dua ton di Oransbari, Papua Barat, untuk mempercepat proses pascapanen dan mengurangi penjemuran manual.
- Pengoperasian mesin didukung PLTS sehingga petani tetap dapat mengeringkan gabah meski ada keterbatasan pasokan listrik di kawasan tersebut.
- Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan teknologi pascapanen ini membuka peluang nilai tambah dan peningkatan pendapatan petani melalui penjualan beras berkualitas tinggi.
Teknologi pascapanen untuk kawasan transmigrasi
Seperti diberitakan Okezone Economy Indonesia, mesin pengering gabah tersebut dikembangkan oleh Tim Ekspedisi Patriot Institut Teknologi Sepuluh Nopember, atau TEP ITS, untuk mendukung penanganan hasil panen di Oransbari, Papua Barat. Peralatan itu membantu petani mempercepat proses pascapanen dan mengurangi ketergantungan pada penjemuran manual di jalan yang selama ini juga mengganggu lalu lintas.Pengoperasian mesin didukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya, atau PLTS, sehingga penggunaan alat tetap dapat berjalan di tengah kendala pasokan listrik di kawasan tersebut. Dengan kapasitas dua ton, mesin ini memberi pilihan operasional yang lebih stabil bagi petani dibanding metode pengeringan yang sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
Dampak ekonomi bagi petani setempat
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan teknologi yang dibawa ke kawasan transmigrasi perlu menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka peluang peningkatan pendapatan. Dalam keterangannya pada Minggu, 1 November 2026, ia menyatakan transmigrasi kini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, tetapi juga membangun kawasan ekonomi.Peluang nilai tambah itu tidak berhenti pada pengeringan gabah. Pengolahan pascapanen yang dilengkapi pemilahan beras juga membuka kesempatan bagi petani untuk menjual produk dengan kualitas dan harga yang lebih baik.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang target hilirisasi nasional hingga 2040, kami mengulas sasaran pemerintah mendorong pengolahan sumber daya alam lintas sektor agar tidak berhenti pada ekspor bahan mentah. Ulasan tersebut menyoroti contoh hilirisasi nikel yang meningkatkan nilai ekspor secara signifikan dan diproyeksikan terus naik, sebagai gambaran bagaimana nilai tambah dari pengolahan domestik dapat memperkuat industri dan kinerja perdagangan.
Berita Food Industry Terbaru
- Forex
- Crypto