Penjualan ritel Indonesia diperkirakan tetap stabil pada Mei 2026
Prospek konsumsi rumah tangga Indonesia pada Mei 2026 menunjukkan ketahanan, meski penjualan ritel masih diperkirakan sedikit menyusut dibanding bulan sebelumnya. Perkembangan ini ditopang kenaikan penjualan tahunan pada suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang lainnya.
Sorotan
- Bank Indonesia melaporkan Indeks Penjualan Riil diperkirakan 225,0 pada Mei 2026, didukung pertumbuhan tahunan suku cadang, aksesori, dan perlengkapan rumah tangga.
- Penjualan ritel diproyeksikan terkontraksi 0,9% secara bulanan pada Mei 2026, membaik dari kontraksi 11,6% bulan sebelumnya, didorong permintaan selama hari besar keagamaan.
- Indeks Ekspektasi Harga diperkirakan meningkat ke 167,6 pada Oktober 2026 dari 163,2 September, seiring tekanan harga bahan baku yang lebih tinggi.
Perkiraan survei dan arah penjualan Mei
Seperti dilaporkan Bank Indonesia dalam Survei Penjualan Eceran terbaru, peritel memperkirakan penjualan tetap stabil pada Mei 2026 dengan Indeks Penjualan Riil sebesar 225,0. Secara tahunan, kinerja itu terutama didukung oleh peningkatan penjualan suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang lainnya.Secara bulanan, peritel memperkirakan penjualan terkontraksi 0,9% pada Mei 2026. Penurunan ini membaik dari kontraksi 11,6% pada periode sebelumnya, dengan permintaan swasta selama libur Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak menjadi salah satu faktor penopang.
Pada April 2026, Indeks Penjualan Riil tercatat 226,9. Kinerja bulan itu ditopang oleh pertumbuhan penjualan tahunan yang tetap terjaga pada kelompok suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta barang budaya dan rekreasi.
Tekanan harga dan implikasi bagi pasar domestik
Di sisi harga, responden memperkirakan tekanan inflasi relatif stabil dalam tiga bulan ke depan, yakni pada Juli 2026, lalu meningkat dalam enam bulan ke depan, yaitu Oktober 2026. Gambaran itu tercermin pada Indeks Ekspektasi Harga Juli 2026 sebesar 175,8, relatif stabil dibanding 175,6 pada Juni 2026.Sementara itu, Indeks Ekspektasi Harga untuk Oktober 2026 diperkirakan mencapai 167,6, lebih tinggi dari 163,2 pada September 2026. Kenaikan tekanan harga tersebut didorong oleh harga bahan baku yang lebih tinggi.
Bagi sektor ritel nasional, pola ini menunjukkan permintaan domestik masih bertahan meski fase normalisasi konsumsi berlanjut setelah periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Stabilnya penjualan dengan kontraksi bulanan yang lebih dangkal juga memberi sinyal bahwa konsumsi tetap menjadi penopang aktivitas perdagangan, walau pelaku usaha masih mewaspadai kenaikan biaya pada paruh kedua tahun ini.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia Mei 2026, kami mencatat keyakinan rumah tangga tetap berada di zona optimistis dengan IKK 120,9 meski turun tipis dari April. Kami juga menyoroti kenaikan komponen ekspektasi yang ditopang perbaikan pandangan masyarakat terhadap lapangan kerja dan kegiatan usaha, yang menjadi sinyal dukungan bagi konsumsi rumah tangga sebagai motor permintaan domestik.
Berita AUD/USD Terbaru
- Forex
- Crypto