BGN siapkan Loka MBG untuk pengadaan pangan SPPG pada Desember 2026
Badan Gizi Nasional menyiapkan peluncuran aplikasi Loka MBG pada Desember 2026 untuk memperkuat rantai pasok pangan program Makan Bergizi Gratis. Platform ini ditujukan untuk memperluas akses pasar produsen lokal sekaligus menata mekanisme belanja dapur MBG agar lebih transparan dan mengacu pada harga pemerintah.
Sorotan
- Loka MBG akan menjalani soft launching pada November 2026 dan grand launching pada Desember 2026 sebagai marketplace pangan SPPG.
- Marketplace ini menghubungkan asosiasi, koperasi petani dan peternak langsung dengan SPPG menggunakan harga acuan pemerintah, menekan ruang margin di luar standar.
- Platform Loka MBG diharapkan mendorong transparansi transaksi, perlindungan harga produsen dan memperluas manfaat ekonomi bagi UMKM serta pelaku rantai pasok pangan.
Rencana peluncuran dan skema pengadaan
Seperti diberitakan Kompas.com, Kepala BGN Sudaryono mengatakan Loka MBG dijadwalkan menjalani soft launching pada November 2026 dan grand launching pada Desember 2026. Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Transformasi MBG 2.0 di Jakarta pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebagaimana dikutip dari siaran YouTube BGN.Loka MBG dirancang untuk mempertemukan kebutuhan bahan pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, atau SPPG, dengan pasokan dari petani dan peternak. Sudaryono mengatakan ada tujuh komoditas utama yang diprioritaskan, sementara peserta dalam marketplace ini akan mencakup asosiasi dan koperasi petani serta peternak yang menjual langsung dengan acuan harga pemerintah.
Menurut BGN, mekanisme tersebut diharapkan membuat pengadaan bahan pangan untuk program MBG berjalan lebih tertata. SPPG nantinya dapat memenuhi kebutuhan pasokan melalui kanal yang langsung terhubung dengan produsen, sehingga ruang pengambilan margin di luar acuan harga dapat ditekan.
Dampak bagi produsen dan ekosistem MBG
Pengembangan Loka MBG dilatarbelakangi masalah harga pangan di tingkat produsen, termasuk harga telur di sentra produksi yang disebut masih rendah meski kebutuhan untuk program MBG meningkat. Sudaryono menilai kondisi itu terjadi karena sebagian dapur membeli komoditas dengan harga murah, tetapi melaporkan harga standar kepada BGN, sehingga memperoleh keuntungan tambahan yang tidak semestinya.Melalui platform ini, BGN ingin memperkuat transparansi transaksi dan mendorong pembelian bahan pangan mengikuti harga acuan pemerintah. Saat harga pasar tinggi, pembelian diharapkan tetap bisa mengacu pada harga pemerintah yang lebih rendah, sementara saat harga pasar turun, pembelian tetap memberi kepastian harga yang lebih layak bagi produsen.
BGN juga menilai skala kebutuhan pangan dalam program MBG harus menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Selain penerima manfaat dan pengelola dapur, perputaran belanja program diharapkan ikut menguntungkan UMKM, pemasok, peternak, petani, hingga pelaku distribusi yang terlibat dalam rantai pasok pangan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang penjajakan kerja sama SMESCO Indonesia dan SpiceBridgeID, kami membahas upaya memperluas akses ekspor UMKM Indonesia ke pasar Eropa untuk komoditas seperti kopi, rempah, furnitur kayu, dan kerajinan. Fokusnya adalah penguatan rantai pasok, peningkatan kemampuan pemasaran, serta mempertemukan produsen lokal dengan calon pembeli internasional agar nilai tambah juga tercipta di daerah asal produk.
Berita Supply Chain Terbaru
- Forex
- Crypto