Harga emas Antam turun, buyback melemah lebih dalam pada perdagangan Sabtu
Pergerakan harga logam mulia di pasar domestik kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Sabtu, dengan emas batangan Antam turun ke Rp2.526.000 per gram. Penurunan pada harga pembelian kembali berlangsung lebih tajam, sehingga memperlebar selisih antara harga beli dan buyback bagi konsumen.
Sorotan
- Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk pada 31 Oktober 2026 turun Rp20.000 menjadi Rp2.526.000 per gram, buyback turun Rp65.000 ke Rp2.276.000 per gram.
- Daftar harga emas Antam untuk 0,5 gram hingga 1.000 gram pada hari tersebut bervariasi dari Rp1.313.000 hingga Rp2.466.600.000 per batang.
- Pembelian emas batangan 1–1.000 gram dikenakan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017; penjualan kembali di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5–3 persen.
Rincian penurunan harga dan level perdagangan
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk pada perdagangan Sabtu (31/10/2026) turun Rp20.000 menjadi Rp2.526.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.546.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback emas Antam merosot Rp65.000 menjadi Rp2.276.000 per gram, dari posisi sebelumnya Rp2.341.000 per gram.Daftar harga emas Antam per pecahan pada hari itu mencakup 0,5 gram Rp1.313.000, 1 gram Rp2.526.000, 2 gram Rp4.992.000, 3 gram Rp7.463.000, 5 gram Rp12.405.000, 10 gram Rp24.755.000, 25 gram Rp61.762.000, 50 gram Rp123.445.000, 100 gram Rp246.812.000, 250 gram Rp661.765.000, 500 gram Rp1.233.320.000, dan 1.000 gram Rp2.466.600.000.
Ketentuan pajak untuk transaksi emas
Pembelian emas batangan dengan ukuran mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram dikenakan ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.Sementara itu, penjualan kembali emas batangan kepada PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22. Tarif pajak sebesar 1,5 persen berlaku bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak, sedangkan pelanggan tanpa NPWP dikenakan tarif 3 persen. PPh tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima pelanggan.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang prospek laba industri pergadaian hingga akhir 2026, kami menyoroti bahwa kinerja sektor ini sangat dipengaruhi pergerakan harga emas, biaya pendanaan, serta permintaan pembiayaan masyarakat. Kami juga mencatat lonjakan laba yang ditopang segmen gadai emas karena proses penilaian dan pencairannya relatif cepat, diikuti strategi pelaku usaha menjaga kualitas pembiayaan dan mendorong efisiensi melalui peningkatan layanan dan produktivitas cabang.
- Forex
- Crypto