Oksana Koneva

Putusan pengadilan bawa Inggris makin dekat menyita 61K BTC senilai $5B

Putusan pengadilan bawa Inggris makin dekat menyita 61K BTC senilai $5B
Inggris makin dekat menyita Bitcoin senilai $5B

Pengadilan Tinggi di London memutuskan bahwa klaim para korban skema penipuan investasi di China atas 61.000 BTC sitaan harus dinilai berdasarkan hukum China. Putusan tersebut dapat meningkatkan peluang otoritas Inggris untuk mempertahankan mata uang kripto senilai sekitar $5 miliar itu, meskipun kepemilikan aset tersebut masih belum ditentukan.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Hakim Mark Turner mengeluarkan putusan pada 12 Oktober dalam kasus Zhimin Qian, yang divonis atas penipuan dan pencucian uang. Sebelumnya, ia dijatuhi hukuman penjara lebih dari 11 tahun.

Antara 2014 dan 2017, skema Qian menghimpun dana dari investor di China. Menurut dokumen pengadilan, sedikitnya 128.409 kontrak investasi ditandatangani, dengan total sekitar 40,2 miliar yuan (£4,1 miliar), yang mana sekitar 34,1 miliar yuan kemudian dikembalikan kepada sebagian investor.

Mengapa pengadilan menerapkan hukum China

Ribuan korban telah mengajukan klaim untuk memperoleh kepemilikan atas sebagian Bitcoin sitaan. Untuk mendapatkan kembali aset tersebut, mereka harus membuktikan hak kepemilikan atas bagian tertentu dari mata uang kripto itu.

Hakim berpihak pada jaksa Inggris dengan menyatakan bahwa aktivitas penipuan, penandatanganan kontrak, dan transfer dana semuanya terjadi di China. Ia mencatat bahwa di sanalah para investor juga mengalami kerugian finansial.

Hukum Inggris dinilai lebih menguntungkan bagi para penggugat karena memberikan dasar yang lebih kuat untuk menegaskan hak kepemilikan atas Bitcoin. Namun, pengadilan memutuskan bahwa hukum China harus diterapkan.

Keputusan tersebut tidak berarti mata uang kripto itu otomatis menjadi milik pemerintah. Pertanyaan mengenai penerapan hukum China dan apakah para korban memiliki hak kepemilikan yang dapat ditegakkan akan dibahas dalam sidang berikutnya.

Firma hukum Fieldfisher, yang mewakili para penggugat, bermaksud mengajukan banding atas putusan tersebut. Jaksa Inggris sebelumnya juga mengemukakan kemungkinan memberikan kompensasi kepada para korban melalui program khusus di China.

Nasib Bitcoin sitaan masih belum pasti

Sebanyak 61.000 BTC sitaan bernilai sekitar $5 miliar, berdasarkan harga Bitcoin sekitar $83.200. Pada 2025, ketika aset tersebut bernilai sekitar $7 miliar, pejabat Inggris membahas kemungkinan menggunakan dana itu untuk membantu menutup defisit anggaran.

Namun, setiap keputusan mengenai masa depan mata uang kripto tersebut bergantung pada hasil proses hukum. Bahkan setelah hukum yang berlaku ditentukan, para penggugat tetap harus membuktikan hak mereka atas aset tersebut.

Di tengah sengketa hukum terkait pemulihan mata uang kripto curian, kejahatan lain yang menargetkan pemegang aset digital dilaporkan terjadi di Inggris. Tiga penyerang bersenjatakan pisau membobol rumah seorang trader kripto, mengikatnya, dan mengancam akan membunuhnya kecuali ia memberikan akses ke dompetnya.

Menurut korban, para penyerang mentransfer sekitar $40.000 dari dompet utamanya dan $720.000 lainnya dari dompet hardware Ledger. Total kerugian mencapai sekitar $760.000, meskipun trader tersebut awalnya memperkirakan kerugiannya hampir $800.000.

Sebelumnya, kami melaporkan bahwa otoritas di Yunani mengungkap dugaan skema piramida mata uang kripto yang menghimpun sekitar $8 juta dari 10.000 investor. Polisi menangkap 17 orang, termasuk personel militer, dua di antaranya diduga mengorganisasi skema tersebut.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.