Gold menguat di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran setelah penolakan perdamaian
Gold (XAU) diperdagangkan pada $4.699,69, turun 0,03% hari ini. Aset ini tetap berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek, menengah, dan panjang utamanya, mencerminkan kekuatan yang berlanjut meskipun terjadi penurunan tipis.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Sorotan
- Meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran serta penolakan AS terhadap tawaran perdamaian Iran telah meningkatkan volatilitas pasar emas.
- Upaya India untuk mengekang pembelian emas non-esensial telah menekan ekspektasi permintaan domestik, secara tajam memengaruhi saham perhiasan dan prospek impor.
- Teknikal menunjukkan emas tetap berada dalam struktur bullish, dengan proyeksi rentang mingguan $4.700–$4.810 dan probabilitas kuat untuk konsolidasi atau kenaikan.
Ketegangan geopolitik dan pembatasan permintaan India membebani sentimen emas
Peningkatan eskalasi ketegangan AS-Iran, yang ditandai dengan penolakan proposal perdamaian Iran oleh presiden AS, telah meningkatkan ketidakpastian geopolitik dan berkontribusi pada volatilitas di pasar emas. Di India, seruan perdana menteri agar warga menunda pembelian emas yang tidak esensial serta arahan pemerintah terkait telah menurunkan ekspektasi permintaan domestik, menyebabkan penurunan tajam pada saham industri perhiasan dan meningkatkan prospek penurunan impor emas. Tekanan tambahan muncul dari gangguan rantai pasok yang terus-menerus, biaya energi yang tinggi, dan sinyal dari pembuat kebijakan bank sentral AS bahwa tekanan inflasi dapat membuat suku bunga tetap tinggi, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai penyimpan nilai, meskipun aksi harga tetap berada di bawah tekanan jual yang lebih luas.
Momen bearish saat pembeli menantang zona resistensi teknikal
Analisis teknikal menyoroti bahwa emas diperdagangkan di atas SMA-20 pada $4.676,69, SMA-50 pada $4.653,17, dan SMA-200 pada $4.582,34. Level Ichimoku Kijun pada grafik harian berada di $2.442,00, berfungsi sebagai support langsung yang cukup jauh. Di antara indikator momentum, MACD menunjukkan momentum turun yang kuat, sementara ADX mengonfirmasi tren yang kuat namun cenderung bearish, menandakan penjual memiliki pengaruh. RSI netral-bullish di 51,46, sedangkan Stoch RSI dan Bull/Bear Power (BBP) menunjukkan kondisi overbought dan dominasi pembeli yang berlanjut secara intraday. Commodity Channel Index (CCI) tetap netral. Gold dibuka dengan gap yang sangat kecil, diperdagangkan dekat level tertinggi intraday, dan volatilitas sedang, dengan divergensi yang tampak antara permintaan intraday yang kuat dan momentum keseluruhan yang melemah.
Bias Bullish tetap dominan dengan risiko terkait penembusan support kunci
Dalam jangka pendek, emas diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran $4.700 hingga $4.810, sejalan dengan volatilitas tipikal untuk pekan mendatang. Probabilitas kenaikan harga melebihi 80%, sehingga kenaikan lebih lanjut lebih mungkin terjadi dibandingkan penurunan. Jika emas menembus dan ditutup di atas $4.810, potensi kenaikan baru dapat semakin cepat. Namun, penutupan harian di bawah $4.700 akan membuka peluang aksi ambil untung dan membuka jalan untuk koreksi yang lebih dalam.
Sebelumnya, para analis mencatat bahwa emas menunjukkan perilaku bergerak dalam kisaran di tengah sinyal teknikal yang saling bertentangan dan faktor penggerak pasar yang terus berkembang, dengan bias sideways yang tetap dominan kecuali ada katalis signifikan. Peningkatan volatilitas saat ini akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan baru menunjukkan bahwa para trader sebaiknya mengamati breakout di atas $4.810 sebagai pemicu potensi percepatan momentum kenaikan.
- Forex
- Crypto