Surya Fajar Sekuritas catat transaksi harian turun 30%-40% saat IHSG melemah

Surya Fajar Sekuritas catat transaksi harian turun 30%-40% saat IHSG melemah
Transaksi sekuritas menurun tajam

Pelemahan IHSG yang masih berada di kisaran level 6.000 memberi tekanan pada aktivitas perdagangan di perusahaan sekuritas, termasuk pada basis investor ritel. Di Surya Fajar Sekuritas, kondisi itu mendorong penurunan transaksi saham harian, tetapi perseroan tetap memasang target nilai perdagangan Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun sampai akhir 2026.

Sorotan

  • Transaksi harian di Surya Fajar Sekuritas turun sekitar 30% hingga 40% akibat IHSG melemah dan banyak nasabah mengalami floating loss.
  • Penurunan aktivitas transaksi terutama terlihat di segmen ritel, meski pergerakannya masih bervariasi di seluruh basis nasabah.
  • Surya Fajar Sekuritas tetap menargetkan nilai perdagangan minimal Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun sampai akhir 2026 meski pasar saham tertekan.

Dampak pelemahan pasar pada aktivitas nasabah

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Presiden Direktur PT Surya Fajar Sekuritas Steffen Fang mengatakan penurunan IHSG cukup mempengaruhi transaksi saham harian di platform perusahaan. Ia menyebut pelemahan indeks membuat banyak nasabah berada dalam posisi floating loss, sehingga aktivitas transaksi ikut menurun.

Secara keseluruhan, transaksi harian di Surya Fajar Sekuritas turun sekitar 30% hingga 40%. Meski demikian, perusahaan menilai pergerakan transaksi masih sangat bervariasi karena basis nasabahnya banyak didominasi oleh segmen ritel.

Strategi menjaga loyalitas dan target 2026

Seiring risiko pasar yang masih menekan IHSG dan volume transaksi, Surya Fajar Sekuritas menyatakan tetap berkomitmen memberikan edukasi dan informasi pasar kepada nasabah. Langkah ini dijalankan untuk menjaga loyalitas nasabah ketika mereka sedang kurang aktif bertransaksi.

Di tengah tekanan tersebut, perusahaan telah menetapkan target nilai perdagangan minimal Rp 10 triliun hingga Rp 15 triliun sampai akhir 2026. Target itu menunjukkan Surya Fajar Sekuritas masih mempertahankan agenda pertumbuhan bisnis meski kondisi pasar saham belum pulih.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang koreksi IHSG akhir Mei 2026, indeks ditutup turun dan dinilai masih rentan melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Kami juga menyoroti level-level kunci support dan resistance yang menjadi acuan pasar untuk menilai apakah tekanan jual berlanjut atau muncul peluang rebound.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.