BSI catat pengguna BYOND 9,8 juta, volume transaksi mendekati Rp200 triliun
Penguatan transformasi digital menjadi pendorong utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk dalam memperluas jangkauan layanan dan basis nasabah syariah di Indonesia. Hingga Maret 2026, total nasabah BSI mencapai 23,7 juta, bertambah sekitar 9,26 juta sejak merger bank syariah BUMN pada 2021.
Sorotan
- Pengguna aplikasi BYOND by BSI mencapai 9,8 juta per Maret 2026, naik 59% secara tahunan, didominasi generasi milenial dan Gen Z.
- Volume transaksi BYOND sepanjang periode tersebut mendekati Rp200 triliun dari 199 juta transaksi, mencerminkan adopsi layanan digital syariah yang makin kuat.
- Ekspansi kanal digital dan e-channel BSI memperkuat penetrasi inklusi keuangan syariah di pasar domestik dan internasional melalui fitur mobile banking dan layanan QRIS.
Ekspansi kanal digital dan pertumbuhan BYOND
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan transformasi digital menjadi salah satu fokus utama perseroan untuk meningkatkan customer base dan memperluas penetrasi layanan keuangan syariah. Ia menyebut perluasan jaringan layanan hingga pelosok negeri juga memberi efek berganda positif, sehingga layanan BSI kini dapat diakses di dalam maupun luar negeri.Saat ini BSI memiliki sejumlah kanal digital dan layanan e-channel, mulai dari mobile banking BYOND by BSI, cash management BEWIZE by BSI, hingga jaringan 128 ribu BSI Agen. Perseroan juga mengoperasikan layanan BSI QRIS Sound Box, QRIS Crossborder, serta sekitar 6.000 unit ATM.
BYOND by BSI yang diluncurkan pada akhir 2024 mendapat respons positif karena menawarkan fitur transaksi finansial, sosial, dan spiritual. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna aplikasi itu mencapai 9,8 juta, didominasi generasi milenial dan Gen Z, atau tumbuh 59% secara tahunan dalam satu tahun terakhir.
Dampak pada transaksi dan penetrasi perbankan syariah
Seiring kenaikan pengguna, jumlah transaksi BYOND mencapai 199 juta dengan volume sekitar Rp200 triliun. Menurut BSI, capaian itu menunjukkan layanan perbankan syariah digital semakin diminati masyarakat karena akses yang mudah, cepat, dan nyaman.Pertumbuhan kanal digital tersebut juga memperkuat strategi BSI untuk memperluas inklusi keuangan syariah di pasar domestik. Perseroan menilai penguatan layanan digital menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga pertumbuhan nasabah sekaligus meningkatkan akses layanan perbankan syariah bagi masyarakat yang lebih luas.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi multiaplikasi perbankan besar di Indonesia, kami membahas bagaimana bank-bank memisahkan fungsi layanan digital untuk memperdalam penetrasi pasar dan meningkatkan aktivitas transaksi. Ulasan tersebut menyoroti kinerja BRImo yang ikut menopang pertumbuhan dana pihak ketiga dan rasio CASA, serta langkah serupa di BCA dan Bank Mandiri melalui penguatan ekosistem aplikasi yang berbeda untuk segmen nasabah yang spesifik.
- Forex
- Crypto