OJK dorong multifinance perketat mitigasi risiko saat NPF naik pada April 2026

OJK dorong multifinance perketat mitigasi risiko saat NPF naik pada April 2026
OJK dorong mitigasi risiko

Kualitas pembiayaan industri multifinance menghadapi tekanan pada April 2026 seiring rasio non performing financing gross naik menjadi 2,89%. Kenaikan itu terjadi dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 2,83% dan juga lebih tinggi dari April 2025 yang tercatat 2,43%, di tengah potensi tekanan dari BI Rate 5,25%.

Sorotan

  • OJK mencatat rasio NPF gross perusahaan pembiayaan naik ke 2,89% per April 2026, mendorong multifinance perketat manajemen risiko dan analisis kredit.
  • OJK menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia ke 5,25% berpotensi menekan kemampuan bayar debitur, terutama pembiayaan dengan skema floating rate.
  • Nilai piutang pembiayaan industri multifinance tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 514,65 triliun per April 2026, didorong pertumbuhan pembiayaan modal kerja 10,64%.

Tekanan kualitas pembiayaan dan respons regulator

Seperti diberitakan KONTAN Indonesia, data Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan rasio NPF gross perusahaan pembiayaan mencapai 2,89% per April 2026. Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, menyatakan kenaikan itu menjadi bagian dari dinamika kualitas pembiayaan yang antara lain dipengaruhi kemampuan bayar debitur.

OJK terus mendorong industri multifinance menekan tingkat NPF melalui penguatan manajemen risiko, peningkatan kualitas analisis kredit, dan pemantauan portofolio secara intensif. Regulator juga meminta perusahaan menerapkan restrukturisasi pembiayaan secara selektif sesuai prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas pembiayaan di tengah dinamika perekonomian.

Agusman juga menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia menjadi 5,25% berpotensi memengaruhi kemampuan bayar debitur, khususnya pada pembiayaan dengan skema floating rate. Karena itu, perusahaan multifinance diminta menjalankan langkah mitigasi risiko yang diperlukan agar kenaikan kredit bermasalah tidak berlanjut.

Strategi perusahaan dan dampak pada industri

PT Astra Sedaya Finance, yang dikenal sebagai Astra Credit Companies, menyatakan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan. EVP Corporate Communication & Strategy ACC Riadi Prasodjo mengatakan perusahaan fokus menyalurkan pembiayaan secara terukur sesuai kebutuhan konsumen dan kondisi pasar, sambil menjaga penerapan manajemen risiko dan tata kelola; NPF ACC disebut masih berada di bawah 1%.

PT Clipan Finance Indonesia Tbk juga memperkuat seleksi kredit, pemanfaatan alat analitik berbasis data untuk penilaian debitur, serta pemantauan kualitas pembiayaan secara berkala. Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan perusahaan juga melakukan penagihan dan penyelesaian pembiayaan bermasalah secara aktif dan terukur, sementara NPF gross per Maret 2026 disebut membaik dibandingkan Desember 2025 meski angkanya tidak dirinci.

Di sisi pertumbuhan, OJK mencatat nilai piutang pembiayaan industri naik 2,08% secara tahunan menjadi Rp 514,65 triliun per April 2026. Kinerja itu didukung pembiayaan modal kerja yang tumbuh 10,64% secara tahunan, dan menunjukkan percepatan dibandingkan Maret 2026 ketika piutang pembiayaan tumbuh 0,61% secara tahunan menjadi Rp 514,09 triliun.

Dalam laporan kami sebelumnya tentang kenaikan NPF gross industri multifinance per April 2026, kami mengulas rasio NPF yang naik ke 2,89% dan dorongan OJK agar perusahaan pembiayaan memperkuat manajemen risiko, analisis kredit, serta pemantauan portofolio. Kami juga menyoroti langkah pelaku industri seperti ACC yang menjaga NPF tetap rendah dan Clipan Finance yang memanfaatkan analitik data, di saat piutang pembiayaan industri masih tumbuh ke Rp 514,65 triliun didorong pembiayaan modal kerja.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.