Ekspansi pembayaran digital lintas negara kian dipercepat seiring meningkatnya kebutuhan nasabah Indonesia bertransaksi saat bepergian ke luar negeri. BRI kini menambah China ke cakupan QRIS Cross Border di BRImo, sehingga pembayaran di merchant setempat dapat dilakukan langsung dari saldo rupiah dengan konversi kurs secara real-time.
Sorotan
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperluas layanan QRIS Cross Border BRImo ke China, memungkinkan pembayaran langsung di merchant China tanpa uang tunai.
- Perluasan QRIS Cross Border BRImo ke China meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri dengan konversi rupiah ke mata uang lokal secara real-time.
- Hingga kuartal I-2026, volume transaksi QRIS BRI mencapai Rp30,5 triliun (tumbuh 76% YoY) dan volume transaksi BRImo melonjak 29,4% YoY ke Rp2.042,2 triliun.
Perluasan layanan dan fungsi transaksi
KONTAN melaporkan, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperluas layanan QRIS Cross Border pada aplikasi BRImo ke China. Layanan ini memungkinkan nasabah BRI membayar langsung di merchant China melalui pemindaian kode QR tanpa perlu menukarkan uang tunai.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menyatakan perluasan itu menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat layanan digital bagi nasabah yang bepergian ke luar negeri. Menurut dia, kehadiran QRIS Cross Border BRImo di China berpeluang mendorong transaksi wisatawan Indonesia karena pembayaran dapat langsung dilakukan di merchant yang telah terintegrasi.
Ia mengatakan setiap pembayaran akan langsung dikonversi dari saldo rupiah nasabah ke mata uang setempat dengan kurs yang ditampilkan secara transparan dan real-time. Dengan mekanisme itu, pengguna tidak perlu membawa uang tunai atau mencari layanan penukaran valuta asing saat berada di China.
Dampak bagi bisnis digital dan konektivitas pembayaran
BRI menilai kehadiran QRIS Cross Border di China turut mendukung perluasan konektivitas sistem pembayaran antarnegara yang sedang didorong Bank Indonesia. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus memperluas jangkauan sistem pembayaran digital Indonesia di pasar global.Ke depan, BRI menyatakan akan terus mengembangkan inovasi layanan digital yang sesuai dengan kebutuhan nasabah serta memperluas akseptasi sistem pembayaran digital Indonesia di tingkat internasional. Selain menawarkan kemudahan transaksi, layanan ini juga dinilai memberi efisiensi biaya melalui kurs yang kompetitif dibandingkan penukaran uang fisik, sementara setiap transaksi tercatat secara real-time di aplikasi BRImo untuk memudahkan pemantauan pengeluaran.
Sejalan dengan pengembangan tersebut, transaksi QRIS BRI terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga kuartal I-2026, volume transaksi QRIS BRI mencapai Rp30,5 triliun, tumbuh 76% secara tahunan, sedangkan jumlah transaksinya tercatat 253 miliar, naik 86,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, volume transaksi melalui super app BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun, meningkat 29,4% secara tahunan.
Dalam laporan kami sebelumnya tentang pertumbuhan paylater perbankan hingga April 2026, kami mencatat baki debet kredit paylater mencapai Rp29,3 triliun dengan jumlah rekening pengguna naik menjadi 31,76 juta. Artikel itu juga menyoroti bahwa kenaikan paylater terjadi seiring pertumbuhan kredit perbankan mendekati dua digit, meski kualitas kredit melemah tipis dan likuiditas tetap solid.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto