AAUI peringatkan potensi kenaikan klaim asuransi kesehatan saat musim pancaroba
Perubahan cuaca pada musim pancaroba mendorong industri asuransi umum mencermati risiko kenaikan frekuensi klaim kesehatan di Indonesia. AAUI menilai lonjakan ini terutama terkait penyakit musiman, meski nilai klaim terbesar tetap berasal dari penyakit kronis dan berbiaya tinggi.
Sorotan
- AAUI memperingatkan musim pancaroba berpotensi meningkatkan frekuensi klaim asuransi kesehatan akibat risiko penyakit tropis seperti DBD, tifoid, dan ISPA.
- Kenaikan klaim penyakit tropis biasanya berdampak pada jumlah klaim, namun kontribusi nilai klaim tetap satu digit hingga sekitar 10% dari total klaim kesehatan.
- Penyakit kritis seperti jantung, kanker, stroke, dan gagal ginjal masih menjadi penyumbang terbesar nilai klaim, sehingga risiko musiman perlu dimonitor dari sisi volume saja.
Risiko klaim kesehatan pada musim transisi
Seperti dilaporkan KONTAN, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyatakan musim pancaroba berpotensi meningkatkan frekuensi klaim asuransi kesehatan seiring naiknya risiko penyakit yang umum muncul saat perubahan cuaca. Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan masyarakat pada periode ini lebih rentan terkena demam berdarah dengue, tifoid, infeksi saluran pernapasan akut, diare, infeksi kulit, hingga penyakit lain yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.Menurut Budi, dampak perubahan musim terhadap industri asuransi umum umumnya terlihat dari bertambahnya klaim rawat jalan dan rawat inap. Namun, kenaikan frekuensi tersebut belum tentu berdampak signifikan terhadap total nilai klaim kesehatan karena besarnya pembayaran tetap dipengaruhi tingkat penyebaran penyakit, lokasi kejadian, tingkat keparahan, lama perawatan, dan biaya layanan kesehatan.
Ia menambahkan, secara indikatif penyakit tropis biasanya lebih memengaruhi kenaikan jumlah klaim dibandingkan nilai klaim. Dalam kondisi normal, kontribusinya berada pada kisaran satu digit hingga sekitar 10% dari total klaim kesehatan, bergantung pada portofolio masing-masing perusahaan asuransi.
Dampak bagi industri asuransi umum
AAUI menilai kontribusi klaim akibat penyakit tropis dapat meningkat lebih tinggi dalam kondisi tertentu, seperti lonjakan kasus demam berdarah, banjir, atau wabah lokal, terutama pada wilayah dan portofolio perusahaan yang terdampak. Kondisi ini membuat pelaku industri perlu mengantisipasi kenaikan jumlah pengajuan klaim dari nasabah pada periode cuaca yang tidak menentu.Meski frekuensi klaim penyakit musiman meningkat, Budi menegaskan penyakit kronis dan berbiaya tinggi masih menjadi penyumbang terbesar nilai klaim asuransi kesehatan. Penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, diabetes, dan penyakit kritis lain tetap menjadi faktor utama yang membebani pembayaran klaim perusahaan asuransi.
Karena itu, asosiasi menekankan penyakit tropis perlu diwaspadai dari sisi volume klaim, sementara tekanan nominal terbesar bagi perusahaan tetap berasal dari penyakit kritis. Pembedaan ini menjadi penting bagi perusahaan asuransi dalam mengelola portofolio kesehatan, memantau risiko musiman, dan menjaga rasio klaim tetap terkendali.
Kinerja PT Sompo Insurance Indonesia pada 2025 yang pernah kami ulas menyoroti pertumbuhan aset, laba bersih, dan premi bersih di tengah tantangan makroekonomi. Dalam artikel tersebut, kami juga mencatat tingkat solvabilitas Sompo yang tetap kuat di 240%, jauh di atas batas minimum regulasi, serta inisiatif Sompo Festival sebagai bagian dari penguatan keterlibatan komunitas dan dampak sosial perusahaan.
Berita Quotex Terbaru
- Forex
- Crypto