BRI siapkan buyback saham Rp 500 miliar untuk stabilisasi pasar

BRI siapkan buyback saham Rp 500 miliar untuk stabilisasi pasar
BRI buyback saham besar

Di tengah relaksasi OJK untuk menjaga stabilitas pasar modal, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menyiapkan pembelian kembali saham senilai hingga Rp 500 miliar. Periode pelaksanaan buyback diperkirakan berlangsung dari 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026 dan pendanaannya berasal dari kas internal perseroan.

Sorotan

  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyiapkan buyback saham maksimal Rp 500 miliar dengan pelaksanaan bertahap atau sekaligus mulai 12 Juni 2026 selama tiga bulan.
  • Buyback akan dibiayai dari kas internal BRI tanpa memerlukan persetujuan RUPS, memanfaatkan relaksasi OJK untuk menstabilkan pasar saham di tengah volatilitas.
  • Saham hasil buyback akan dibukukan sebagai treasury stock dan tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan, sesuai batas regulasi.

Rencana buyback dan periode pelaksanaan

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, rencana buyback ini disampaikan BRI dalam keterbukaan informasi dan tidak memerlukan persetujuan RUPS karena mengikuti relaksasi yang diberikan OJK. Corporate Secretary BRI Dhanny menyatakan pelaksanaan pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap maupun sekaligus, dengan jangka waktu paling lama tiga bulan setelah pengumuman.

Dhanny mengatakan nilai buyback diperkirakan sebesar-besarnya Rp 500 miliar. Pernyataan itu disampaikan dalam keterbukaan informasi pada Jumat, 12 Juni 2026.

Dampak terhadap struktur modal dan investor

Dana untuk pelaksanaan buyback berasal dari kas internal perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini menambah daftar emiten yang menggunakan buyback sebagai instrumen untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah kondisi perdagangan saham yang bergejolak.

BRI juga menegaskan pelaksanaan buyback 2026 dan total saham hasil buyback yang disimpan sebagai treasury stock tidak akan melebihi 10% dari modal ditempatkan. Batas tersebut mengikuti ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wacana buyback saham emiten BUMN yang turut melibatkan BRI sebelumnya kami soroti sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan investor saat IHSG tertekan. Dalam pembahasan tersebut, BRI menegaskan fokus utama tetap pada penguatan fundamental—kualitas aset, likuiditas, dan permodalan—serta menyatakan setiap aksi korporasi akan dikaji hati-hati sesuai ketentuan regulator.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.