BCA Digital catat transaksi digital blu Rp13,13 triliun saat ekspansi ekosistem berlanjut

BCA Digital catat transaksi digital blu Rp13,13 triliun saat ekspansi ekosistem berlanjut
Blu capai transaksi 13T

Menjelang usia operasional lima tahun, BCA Digital memperlihatkan kenaikan transaksi dan basis nasabah digital melalui layanan blu by BCA Digital. Hingga 31 Agustus 2026, total volume transaksi digital blu di luar transfer naik 186% dalam tiga tahun terakhir menjadi Rp13,13 triliun, dengan QRIS menyumbang porsi terbesar sebesar 36%.

Sorotan

  • BCA Digital mencatat transaksi digital blu sebesar Rp13,13 triliun hingga semester I-2026, didorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 20% yoy dan peningkatan pengguna Gen Z serta milenial.
  • Frekuensi transaksi QRIS tumbuh 124% yoy, e-wallet naik 71% yoy, bluPayment meningkat 56% yoy, dan aktivitas bluValas melonjak 435% yoy per 31 Agustus 2026.
  • Ekosistem blu 2.0 diperkuat dengan fitur baru seperti bluAccount for Teens (10–17 tahun), produk investasi dan asuransi, serta kanal BaaS blUnion dengan pertumbuhan transaksi lebih dari 50% yoy.

Pertumbuhan transaksi dan nasabah muda

KONTAN Indonesia melaporkan, penguatan aktivitas blu menjadi bagian dari pengembangan ekosistem blu 2.0 yang ditujukan untuk memperbesar peran aplikasi itu sebagai pendukung gaya hidup finansial nasabah, terutama generasi muda.

Direktur Bisnis BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo menyampaikan, pada semester I-2026 Dana Pihak Ketiga tumbuh 20% secara tahunan, ditopang kenaikan Net Open Customer sebesar 25% yoy. Komposisi nasabah blu didominasi kelompok digital natives, dengan 56% berasal dari Gen Z dan 35% dari milenial, sementara akuisisi nasabah baru dari Gen Z tumbuh 30% yoy dan milenial naik 20% yoy.

Pada sisi transaksi harian, frekuensi transaksi QRIS per 31 Agustus 2026 tumbuh 124% yoy, didukung penambahan layanan seperti QRIS CPM, QRIS Tun-Tas, dan QRIS Tap. Transaksi melalui e-wallet meningkat 71% yoy, bluPayment naik 56% yoy setelah penambahan lebih dari 100 mitra, dan transaksi pembayaran serta pembelian melalui biller tumbuh 44% yoy seiring bertambahnya tiga kategori baru dengan lebih dari 300 biller tambahan.

Aktivitas bluValas juga naik tajam pada semester I-2026, dengan jumlah transaksi melonjak 435% yoy dan volume tumbuh 535% yoy. Pertumbuhan itu didominasi pengguna Gen Z yang naik 356% yoy dan milenial 273% yoy, sementara frekuensi transaksi internasional meningkat 29% yoy dengan volume naik 60% yoy.

Ekspansi layanan dan dampak bagi perbankan digital

Tingginya penggunaan transaksi turut diikuti pertumbuhan fitur pengelolaan keuangan. Pada semester I-2026, pengguna bluSaving tumbuh 38% yoy, bluGether naik 47% yoy, bluBisnis meningkat 37% yoy, dan pengguna bluRDN melonjak 225% yoy melalui kolaborasi dengan BCA Sekuritas untuk memudahkan akses investasi pasar modal.

Untuk menjawab kebutuhan itu, blu menghadirkan ekosistem blu 2.0 dengan empat pilar SIAP, yakni simpanan, investasi, asuransi, dan pinjaman. Pada pilar simpanan, layanan mencakup bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, bluBisnis, serta bluAccount for Teens yang kini dapat diakses remaja usia 10 tahun hingga 17 tahun, dari sebelumnya mulai 12 tahun.

Pada pilar investasi, blu menyediakan bluInvest untuk reksa dana dan emas digital serta bluRDN, sedangkan pilar asuransi diisi bluInsurance dengan perlindungan perjalanan, perangkat elektronik, siber, kesehatan, kecelakaan, hingga jiwa. Untuk pembiayaan, bluExtraCash menjadi produk pinjaman yang ditawarkan sebagai solusi likuiditas cepat dan transparan.

BCA Digital juga memperluas peran blu sebagai lifestyle enabler melalui integrasi Banking-as-a-Service bernama blUnion. Per 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi lewat blUnion tumbuh lebih dari 50% di berbagai sektor gaya hidup, dengan transaksi groceries and necessities naik 70% yoy, tiket bioskop 60% yoy, transportasi publik dan perjalanan 54% yoy, serta makanan dan minuman 51% yoy.

Perseroan menyatakan telah terhubung dengan industri fintech, HR tech, marketing tech, pembayaran digital, transportasi, gim, hingga inisiatif keberlanjutan. Aditya mengatakan lima tahun pertama blu menjadi fase pembangunan fondasi, kepercayaan publik, dan skala bisnis, sedangkan fase berikutnya difokuskan pada pendalaman ekosistem agar blu menjadi bagian dari aktivitas finansial harian masyarakat Indonesia.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penerapan short selling di Bursa Efek Indonesia (BEI), kami membahas rencana pemberlakuannya pada awal Oktober 2026 dengan cakupan saham yang masih sangat terbatas pada tahap awal. Kami juga menyoroti bahwa BEI akan merilis daftar saham short selling pada akhir September serta menerapkan akses yang ketat dan bertahap bagi anggota bursa maupun investor untuk membatasi risiko sambil memantau respons pasar.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.