OCBC luncurkan Premier One untuk dorong diversifikasi aset nasabah kaya
Permintaan nasabah affluent terhadap solusi investasi yang lebih luas dan pendampingan yang lebih personal mendorong OCBC meluncurkan layanan Premier One. Fasilitas ini ditujukan bagi nasabah high-net-worth dengan dana kelolaan mulai Rp 10 miliar, mencakup advisory, akses produk investasi, serta manfaat regional dan gaya hidup.
Sorotan
- OCBC meluncurkan layanan Premier One pada 20 Oktober 2026, menargetkan nasabah high-net-worth untuk menawarkan solusi advisory personal dan diversifikasi aset.
- Hingga Desember 2025, asset under management OCBC mencapai Rp 120 triliun dengan pertumbuhan tahunan majemuk 29% sejak 2022, didorong fokus wealth management.
- Premier One menawarkan cashback hingga Rp 21 juta untuk nasabah baru dan hingga Rp 20 juta untuk nasabah eksisting, serta berbagai manfaat eksklusif lifestyle dan regional.
Peluncuran layanan dan dasar strategi OCBC
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, OCBC memperkenalkan Premier One sebagai layanan eksklusif bagi nasabah high-net-worth untuk membantu pengembangan aset, pengelolaan likuiditas, dan pengelolaan risiko.Customer Experience Head OCBC Hayati Indah Putri mengatakan nasabah affluent merasakan pengalaman yang lebih baik ketika bank memahami keseluruhan konteks hidup mereka, bukan hanya angka dalam portofolio. Dalam media briefing pada Selasa, 20 Oktober 2026, ia menyebut personalisasi berarti menghadirkan akses yang mudah ke advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang relevan.
OCBC 2026 Net Promoter Score Study menunjukkan keluasan solusi investasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan nasabah affluent. Studi itu juga menunjukkan 75% investor affluent menginginkan saran yang disesuaikan dengan kondisi mereka, sementara 70% berharap advisor memberi pandangan secara proaktif tanpa harus selalu diminta.
Temuan itu menjadi dasar peluncuran Premier One, yang menawarkan akses lebih personal ke keahlian advisory, solusi investasi pilihan, serta manfaat regional dan lifestyle. Layanan ini dirancang berdasarkan ambisi, tahap kehidupan, profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta tujuan keluarga dan bisnis masing-masing nasabah.
Fokus wealth management dan dampak pada diversifikasi aset
Premier Banking Segment Head OCBC Stephanie M. Kristanto mengatakan Premier One memperkuat proposisi wealth management bank. Hingga Desember 2025, asset under management OCBC melampaui Rp 120 triliun dengan pertumbuhan tahunan majemuk 29% sejak 2022.Ia mengatakan mayoritas nasabah masih menempatkan dana pada aset konservatif, terutama surat berharga negara. Karena itu, bank terus mendorong solusi keuangan yang dapat memperluas diversifikasi aset nasabah dan menempatkan OCBC sebagai mitra dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaan sesuai tujuan masing-masing.
Secara industri, Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan lebih dari 70% saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan advisory untuk menerjemahkan tujuan nasabah menjadi strategi portofolio yang lebih terdiversifikasi dan sesuai kebutuhan, karena tidak ada satu instrumen yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah.
OCBC menyatakan akses prioritas tidak berarti semua produk cocok untuk setiap nasabah, sehingga profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, dan pemahaman nasabah tetap menjadi dasar rekomendasi. Premier One dijalankan melalui tiga pilar, yakni pendampingan personal oleh Senior Relationship Manager dengan dukungan Konsultan Investasi, akses prioritas ke produk unggulan dan insight finansial, serta akses regional terintegrasi melalui jaringan OCBC di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.
Di luar layanan investasi, manfaat Premier One juga mencakup akses ke OCBC Premier Lounge, program kartu, premium airport pick-up, medical check-up di Indonesia maupun luar negeri, serta pengalaman eksklusif sesuai syarat program. Nasabah baru berpeluang memperoleh travel voucher Rp 12 juta dan cashback hingga Rp 21 juta, sementara nasabah eksisting dapat memperoleh cashback hingga Rp 20 juta sesuai segmentasi, periode, serta ketentuan yang berlaku.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang kinerja unitlink saham berbasis valuta asing hingga September 2026, kami membahas bagaimana produk berdenominasi mata uang asing cenderung menguat saat instrumen domestik tertekan. Pelemahan rupiah ikut menambah imbal hasil ketika keuntungan valas dikonversi ke rupiah, namun kami juga menekankan bahwa hasil antar-kategori tidak merata dan investor tetap perlu mengelola risiko fluktuasi kurs sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.
Berita Wealth Leaders Terbaru
- Forex
- Crypto