Mira Kyivska

Permata Bank catat pertumbuhan kredit 10,1% hingga kuartal III 2026

Permata Bank catat pertumbuhan kredit 10,1% hingga kuartal III 2026
Pertumbuhan Kredit Permata 2026

Kinerja perbankan pada sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan Permata Bank tetap memperluas penyaluran pembiayaan di tengah ketidakpastian global. Hingga September 2026, bank ini membukukan kredit Rp 172,9 triliun, total pendapatan Rp 9,2 triliun, dan laba bersih Rp 2,6 triliun.

Sorotan

  • Kredit Permata Bank tumbuh 10,1% secara tahunan menjadi Rp 172,9 triliun pada kuartal III-2026, dengan kredit konvensional naik 13,9% menjadi Rp 153,4 triliun.
  • CASA berkontribusi 56,4% terhadap total DPK, rasio pinjaman terhadap simpanan naik ke 92,1% dari 80,9%, menunjukkan percepatan penyaluran kredit.
  • Likuiditas tetap kuat dengan liquidity coverage ratio 238,9%, net stable funding ratio 120%, rasio NPL gross turun ke 2,1%, dan capital adequacy ratio tercatat 32,5% per September 2026.

Kinerja kredit dan pendanaan hingga September 2026

Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, PT Bank Permata Tbk mencatat kredit tumbuh 10,1% secara tahunan menjadi Rp 172,9 triliun pada kuartal III-2026, ditopang penyaluran kredit konvensional yang naik 13,9% menjadi Rp 153,4 triliun. Total aset bank juga meningkat 2,9% secara tahunan menjadi Rp 277,2 triliun per September 2026.

Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan perseroan terus menjaga fundamental bisnis melalui pengelolaan risiko yang disiplin dan pertumbuhan kredit yang sehat di tengah dinamika pasar dan ketidakpastian global. Pada segmen usaha kecil dan menengah, penyaluran kredit mencapai Rp 6,9 triliun atau tumbuh 16,6% secara tahunan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan investasi nasabah.

Dari sisi pendanaan, bank terus memperkuat dana pihak ketiga, khususnya dana murah, lewat peningkatan transaksi nasabah dan optimalisasi layanan digital. Hingga kuartal III-2026, CASA menyumbang 56,4% dari total DPK, sementara rasio pinjaman terhadap simpanan berada di level 92,1%, naik dari 80,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kualitas aset, likuiditas, dan permodalan tetap terjaga

Posisi likuiditas Permata Bank masih berada di atas ketentuan minimum, dengan rata-rata triwulanan liquidity coverage ratio sebesar 238,9% dan net stable funding ratio 120% pada akhir September 2026. Dari sisi kualitas aset, rasio NPL gross membaik menjadi 2,1% dari 2,2%, sedangkan loan at risk turun ke 5,8% dari 7%.

Bank juga menjaga pencadangan kredit dengan NPL coverage sebesar 373,4% dan LAR coverage 135,2%, sambil melanjutkan penyelesaian kredit bermasalah melalui restrukturisasi, proses litigasi, dan penjualan aset. Dari sisi permodalan, capital adequacy ratio tercatat 32,5% dan common equity tier 1 mencapai 24,5% hingga kuartal III-2026.

Pada unit usaha syariah, laba operasional sebelum penyisihan mencapai Rp 631 miliar, naik 5,4% secara tahunan. Pendanaan unit ini tercatat Rp 27,2 triliun, meningkat 1%, sementara dana wadiah naik 4,3% menjadi Rp 3,1 triliun, didukung tambahan layanan investasi emas melalui platform Permata ME.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pertumbuhan kredit BCA hingga Agustus 2026, kami mencatat penyaluran kredit bank only naik 10,5% yoy menjadi Rp 1.017 triliun, ditopang segmen korporasi, komersial, dan UKM. Kami juga menyoroti kredit UKM BCA yang tumbuh di atas rata-rata industri, sembari kualitas aset tetap terjaga dengan NPL 1,8% dan loan at risk 4,7%.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.