LPS mencatat lonjakan rekening simpanan valas di perbankan pada kuartal III 2026
Pertumbuhan rekening simpanan valuta asing di perbankan Indonesia melaju jauh lebih cepat daripada rekening rupiah hingga September 2026. Kenaikan tajam itu terutama terlihat pada rekening dolar U.S., meski secara komposisi simpanan rupiah masih mendominasi total rekening perbankan.
Sorotan
- Jumlah rekening dolar U.S. di perbankan Indonesia naik 115,7% yoy menjadi 19,47 juta hingga September 2026, dengan porsi total 2,7%.
- Nilai simpanan valas tumbuh 20,5% yoy menjadi Rp1.771,32 triliun, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan simpanan rupiah 6,5% yoy menjadi Rp8.742,33 triliun.
- Pertumbuhan terbesar rekening simpanan terjadi di KBMI 2, melonjak 44,7% yoy menjadi 123,88 juta rekening, menunjukkan pergeseran ke bank menengah.
Pertumbuhan rekening valas dan nilai simpanan
Seperti dilaporkan KONTAN Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan mencatat jumlah rekening dolar U.S. di perbankan mencapai 19,47 juta hingga September 2026. Angka itu naik 6,3% secara bulanan, 115,7% secara tahunan, dan 176,5% sejak awal tahun.Dalam periode yang sama, jumlah rekening rupiah mencapai 692,64 juta, dengan pertumbuhan 0,6% dalam sebulan dan 6% dalam setahun. Sejak awal tahun, kenaikannya tercatat 5,2%, jauh lebih rendah dibanding rekening valas.
Meski pertumbuhan jumlah rekening valas sangat besar, porsinya masih kecil dalam komposisi total rekening simpanan perbankan. Rekening rupiah masih mendominasi 97,3% dari total, sedangkan rekening dolar U.S. setara 2,7%.
Nilai simpanan valas juga tumbuh lebih cepat dibanding simpanan rupiah, tetapi tidak setajam kenaikan jumlah rekeningnya. Simpanan valas naik 20,5% secara tahunan menjadi Rp1.771,32 triliun, sementara simpanan rupiah tumbuh 6,5% menjadi Rp8.742,33 triliun.
Dampak pada struktur perbankan dan kelompok bank
Pertumbuhan jumlah rekening paling tinggi berdasarkan kelompok bank berdasarkan modal inti, atau KBMI, terjadi pada KBMI 2. Pada kelompok ini, jumlah rekening meningkat 44,7% secara tahunan menjadi 123,88 juta rekening.KBMI 1 menyusul dengan pertumbuhan 10,9% dalam setahun menjadi 106,31 juta rekening. Sementara itu, KBMI 3 hanya tumbuh 2,4% menjadi 85,71 juta rekening, sedangkan KBMI 4 mencatat koreksi 0,8% menjadi 390,2 juta rekening.
Data ini menunjukkan percepatan pembukaan rekening lebih terkonsentrasi pada kelompok bank menengah, sementara bank besar mencatat pertumbuhan yang lebih terbatas. Bagi industri perbankan, pergeseran ini dapat mencerminkan perubahan preferensi nasabah terhadap instrumen simpanan valas di tengah kebutuhan diversifikasi dana dan kondisi pasar keuangan.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja unitlink saham berbasis valuta asing, kami menyoroti bahwa produk unitlink valas tetap menguat hingga September 2026 saat instrumen domestik tertekan. Pelemahan rupiah turut meningkatkan imbal hasil ketika keuntungan dalam mata uang asing dikonversi ke rupiah, sehingga instrumen valas dinilai menarik untuk diversifikasi meski tetap membawa risiko fluktuasi kurs.
- Forex
- Crypto