Thailand memperketat pengawasan pasar untuk memulihkan kepercayaan investor
Thailand sedang menyiapkan perombakan besar-besaran terhadap undang-undang pasar keuangannya yang bertujuan mempersingkat penyelidikan penipuan dan memperketat pengawasan di seluruh pasar modal. Perubahan yang diusulkan akan memberikan Securities and Exchange Commission peran yang lebih langsung dalam kasus pidana serius serta memperluas pengawasan terhadap auditor dan penasihat keuangan.
Sorotan
- Thailand menyetujui perubahan terhadap empat undang-undang pasar.
- Pejabat SEC dapat bekerja langsung dengan polisi.
- Penyelidikan penipuan saat ini dapat berlangsung lebih dari dua tahun.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Menurut Bloomberg, kabinet telah menyetujui amendemen terhadap empat undang-undang yang mencakup pasar keuangan, pasar modal, dan aset digital. Usulan tersebut akan memungkinkan pejabat SEC bekerja bersama polisi dalam menangani pelanggaran besar, mengatasi proses yang saat ini dapat berlangsung lebih dari dua tahun karena kasus pidana harus dirujuk kepada lembaga penegak hukum.
SEC mengupayakan penegakan yang lebih cepat
Reformasi ini melanjutkan dekret darurat yang diperkenalkan pada Maret 2025, yang memperluas kewenangan SEC untuk melakukan intervensi dalam transaksi korporasi yang mencurigakan dan menyelidiki pelanggaran serius.
Dalam sistem saat ini, kasus yang melibatkan insider trading, manipulasi saham, dan penipuan korporasi masih ditangani melalui kepolisian. Keterbatasan sumber daya khusus dan keahlian di bidang pasar keuangan dapat memperlambat penyelidikan tersebut secara signifikan.
Kerangka kerja yang diusulkan akan memungkinkan regulator dan polisi bekerja sama lebih erat sejak awal, sehingga berpotensi mengurangi penundaan dan meningkatkan penanganan kasus sekuritas yang kompleks.
Amendemen tersebut juga akan memperkuat pengawasan terhadap auditor dan penasihat keuangan. Regulator Thailand semakin memandang para profesional ini sebagai lini pertahanan penting terhadap manipulasi akuntansi, pengungkapan yang menyesatkan, dan bentuk pelanggaran korporasi lainnya.
Perubahan rancangan tersebut diperkirakan akan diajukan ke parlemen dan dapat mulai berlaku pada 2027.
Skandal korporasi mendorong reformasi
Pendekatan yang lebih tegas ini menyusul serangkaian kegagalan korporasi besar yang merusak kepercayaan investor.
Produsen kabel Stark Corp. gagal membayar kewajiban hampir 40 miliar baht, atau sekitar $1,22 miliar, pada 2023 setelah munculnya ketidakteraturan akuntansi. Sahamnya kemudian kehilangan hampir seluruh nilainya, dan beberapa mantan eksekutif didakwa melakukan pelanggaran.
Energy Absolute juga menjadi fokus tindakan regulator pada 2024, ketika SEC menuduh pendiri dan seorang direkturnya melakukan penipuan dan korupsi. Kasus tersebut memicu penurunan tajam harga saham perusahaan dan kemudian diikuti oleh penundaan pembayaran obligasi.
Peristiwa-peristiwa ini mengungkap kelemahan dalam cara pelanggaran dideteksi, diselidiki, dan dituntut di pasar modal Thailand.
Memulihkan kepercayaan terhadap pasar Thailand
Pentingnya reformasi ini melampaui percepatan penyelidikan. Thailand berupaya memperkuat kepercayaan terhadap pasarnya dengan menunjukkan bahwa pelanggaran serius dapat diidentifikasi dan dihukum dengan lebih cepat.
Hal ini penting bagi investor domestik maupun internasional. Penyelidikan yang panjang dapat membuat pemegang saham menghadapi ketidakpastian selama bertahun-tahun, sementara lemahnya pengawasan awal oleh auditor atau penasihat dapat memungkinkan masalah membesar sebelum regulator turun tangan.
Jika parlemen menyetujui amendemen tersebut, SEC akan memperoleh peran penegakan yang lebih aktif, sementara auditor dan penasihat akan menghadapi pengawasan yang lebih ketat. Efektivitas perombakan ini pada akhirnya akan bergantung pada apakah kewenangan baru tersebut menghasilkan penanganan kasus yang lebih cepat dan penegakan yang lebih konsisten.
Sebelumnya, kami melaporkan bahwa Thailand akan memperketat pengawasan transaksi stablecoin karena kekhawatiran penipuan.
Berita stocks Terbaru
- Forex
- Crypto