Tekanan jual melanda sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia sepanjang perdagangan 12-16 Oktober 2026, seiring pelemahan tajam pasar saham domestik. Dalam periode yang sama, IHSG turun 14,91% ke level 5.185 dan menyeret saham dari berbagai sektor ke jajaran top losers mingguan.
Sorotan
- Saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) memimpin daftar top losers BEI dengan koreksi 51% dari Rp159 menjadi Rp77 per saham pada 12-16 Oktober 2026.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat penurunan paling terbatas di daftar top losers, turun 36% ke Rp715 dari Rp1.130 pada periode yang sama.
- IHSG terkoreksi 14,91% dalam sepekan hingga 17 Oktober 2026, menandakan tekanan jual meluas di berbagai sektor pasar ekuitas domestik.
Daftar saham dengan koreksi terdalam
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, Bursa Efek Indonesia mencatat 10 saham dengan penurunan terbesar pada perdagangan sepekan 12-16 Oktober 2026. Data itu menempatkan PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) di posisi pertama setelah harga sahamnya merosot 51% dari Rp159 menjadi Rp77 per saham.Di kelompok saham dengan pelemahan paling dalam, tekanan juga terlihat pada emiten lain dari berbagai sektor yang masuk daftar top losers mingguan. Sementara itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham dengan penurunan paling terbatas di dalam daftar tersebut, turun 36% ke Rp715 dari Rp1.130 pada pekan sebelumnya.
Dampak pelemahan pasar terhadap perdagangan
Penurunan deretan saham tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi IHSG yang mencapai 14,91% dalam sepekan. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual tidak hanya terjadi pada satu sektor tertentu, tetapi menyebar lebih luas di pasar ekuitas domestik.Pergerakan ini mencerminkan melemahnya sentimen perdagangan selama sepekan dan meningkatkan risiko volatilitas bagi investor di saham lapis tertentu. Statistik BEI per Sabtu, 17 Oktober 2026, menjadi acuan daftar penghuni top losers untuk periode perdagangan tersebut.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG sepanjang 2026, kami membahas bagaimana koreksi indeks memperbesar volatilitas pasar dan memengaruhi dinamika transaksi di platform seperti Stockbit pada kuartal III 2026. Kami juga menyoroti respons investor yang terbelah antara menahan transaksi karena kepanikan dan memanfaatkan koreksi harga untuk akumulasi, sehingga tekanan pasar tidak selalu berarti aktivitas perdagangan berhenti.
Berita Stock indexes Terbaru
- Forex
- Crypto