IHSG melonjak 5,65 persen, nilai transaksi capai Rp26,4 triliun

IHSG melonjak 5,65 persen, nilai transaksi capai Rp26,4 triliun
IHSG melonjak tajam hari ini

Pasar saham Indonesia ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Selasa, dengan Indeks Harga Saham Gabungan naik 282,28 poin ke level 5.278. Kenaikan ini disertai dominasi saham yang menguat dan penguatan serentak di seluruh indeks utama serta sektor di Bursa Efek Indonesia.

Sorotan

  • IHSG melonjak 5,65 persen ke 5.278 pada 20 Oktober 2026 dengan nilai transaksi Rp26,4 triliun dari 54,7 miliar saham.
  • Seluruh indeks sektoral ditutup di zona hijau, mencerminkan penguatan pasar yang luas di konsumer, keuangan, bahan baku, teknologi, kesehatan, dan sektor lain.
  • PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) memimpin top gainers naik 50 persen ke Rp3, sementara PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) turun 10 persen ke Rp117.

Pergerakan indeks dan aktivitas perdagangan

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026, sebanyak 694 saham menguat, 111 saham melemah, dan 158 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp26,4 triliun dari 54,7 miliar saham yang diperdagangkan.

Selain IHSG yang melonjak 5,65 persen ke 5.278, indeks LQ45 naik 8,58 persen ke 530, indeks JII menguat 6,82 persen ke 307, indeks IDX30 bertambah 8,92 persen ke 297, dan indeks MNC36 naik 7,94 persen ke 233.

Penguatan sektor dan saham teraktif

Seluruh indeks sektoral berada di zona hijau, meliputi konsumer non-siklikal, keuangan, bahan baku, teknologi, kesehatan, konsumer siklikal, transportasi, industri, properti, energi, dan infrastruktur. Pergerakan ini menunjukkan penguatan pasar yang berlangsung luas di berbagai lini sektor.

Di kelompok top gainers, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) naik 50 persen ke Rp3, PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) melonjak 33,33 persen ke Rp24, dan Reksa Dana Syariah Indeks Simas ETF JII bertambah 30,61 persen ke Rp64. Sementara itu, saham yang masuk top losers adalah PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) yang turun 10 persen ke Rp117, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) melemah 9,91 persen ke Rp100, dan PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) turun 9,88 persen ke Rp292.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG pada 15 Oktober 2026, indeks acuan ditutup turun 1,33% ke level 5.863 di tengah tekanan jual yang membuat seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah. Artikel tersebut juga merangkum nilai transaksi, pergerakan indeks-indeks seperti LQ45 dan JII, serta daftar saham yang menonjol sebagai penguat dan penekan terbesar pada sesi itu.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.