IHSG perpanjang pelemahan pada pembukaan perdagangan Jakarta

IHSG perpanjang pelemahan pada pembukaan perdagangan Jakarta
IHSG turun lagi pagi ini

Tekanan jual di pasar saham domestik berlanjut pada awal perdagangan Rabu, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan turun ke level 5.195. Pelemahan itu terjadi setelah IHSG pada sesi sebelumnya juga ditutup turun 1,99%, menandakan tekanan yang masih luas di mayoritas indeks dan saham.

Sorotan

  • IHSG pada pembukaan Rabu, 28 Oktober 2026 turun 1,34% ke 5.195, memperpanjang tren pelemahan di pasar saham Jakarta.
  • Pada sesi Selasa, 27 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 1,99% ke 5.266 dengan 647 saham turun dan nilai transaksi Rp34,8 triliun.
  • Indeks LQ45, IDXLQ45LCL, IDX30, dan IDX80 pada awal sesi Rabu masing-masing melemah antara 1,47% hingga 1,63%.

Pelemahan indeks pada awal sesi

Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG melanjutkan pelemahan pada pembukaan perdagangan Rabu, 28 Oktober 2026, dengan penurunan 1,34% ke level 5.195. Mayoritas indeks saham lain juga bergerak di zona merah pada awal sesi.

Indeks LQ45 turun 1,47% ke level 525,186. Indeks IDXLQ45LCL melemah 1,47% ke 74,513, IDX30 turun 1,63% ke 294,736, dan IDX80 melemah 1,56% ke 77,403.

Gambaran tekanan pasar dari sesi sebelumnya

Pada perdagangan Selasa, 27 Oktober 2026, IHSG ditutup melemah 106 poin atau 1,99% ke level 5.266. Data penutupan menunjukkan 101 saham menguat, 647 saham melemah, dan 215 saham stagnan, mencerminkan tekanan yang dominan di pasar.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp34,8 triliun dengan volume 17,3 miliar saham. Sejumlah indeks lain juga ditutup lebih rendah, dengan LQ45 turun 1,69% ke level 533, JII melemah 2,70% ke 307, IDX30 turun 1,49% ke 299, dan MNC36 turun 1,32% ke 235.

Dalam ulasan kami sebelumnya tentang penutupan IHSG 15 Oktober 2026, kami mencatat tekanan jual meluas yang mendorong indeks turun 1,33% ke level 5.863, dengan hampir seluruh saham dan indeks sektoral berakhir di zona merah. Artikel itu juga menyoroti pelemahan pada indeks-indeks unggulan seperti LQ45, JII, IDX30, dan MNC36, di tengah transaksi Rp13,4 triliun serta sejumlah saham yang tetap bergerak ekstrem naik maupun turun.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.