Perdagangan saham Indonesia memulai sesi Kamis dengan sentimen positif, mendorong Indeks Harga Saham Gabungan naik ke level 5.305 pada pembukaan. Dalam menit pertama, penguatan berlanjut hingga 0,69 persen ke 5.318, disertai dominasi saham yang bergerak di zona hijau dan nilai transaksi awal Rp321 miliar.
Sorotan
- IHSG naik 0,43 persen di pembukaan Kamis, 29 Oktober 2026 dan lanjut menguat menjadi 0,69 persen dalam satu menit pertama perdagangan.
- Volume transaksi awal mencapai 1,0 miliar lembar saham dengan nilai Rp321 miliar, 354 saham menguat, 112 melemah, dan 497 stagnan.
- LQ45 naik 0,59 persen, JII menguat 1,31 persen, sektor infrastruktur satu-satunya yang melemah sementara sektor lain mayoritas menghijau.
Kinerja awal indeks dan pergerakan sektoral
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, IHSG dibuka menguat 0,43 persen pada Kamis, 29 Oktober 2026, lalu melanjutkan kenaikan menjadi 0,69 persen dalam semenit pertama perdagangan. Pada fase awal itu, sebanyak 354 saham menguat, 112 saham melemah, dan 497 saham lainnya stagnan.Volume transaksi awal mencapai 1,0 miliar lembar saham dengan nilai Rp321 miliar. Di kelompok indeks utama lain, LQ45 naik 0,59 persen ke 542, JII menguat 1,31 persen ke 307, MNC36 bertambah 0,66 persen ke 240, dan IDX30 naik 0,60 persen ke 304.
Mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, meliputi energi, konsumer non-siklikal, properti, teknologi, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, dan kesehatan. Satu-satunya sektor yang tercatat melemah pada awal perdagangan adalah infrastruktur.
Saham penggerak dan gambaran pasar
Tiga saham yang memimpin daftar penguatan adalah RDI Insight ETF FTSE Indonesia Low Volatility Factor, Reksa Dana Indeks Premier ETF FTSE Indonesia ESG, dan Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF. Di sisi pelemahan, saham yang masuk kelompok top losers adalah PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).Susunan pergerakan ini menunjukkan minat beli tersebar pada berbagai kelompok aset dan sektor pada awal sesi perdagangan Jakarta. Kenaikan indeks acuan bersama menguatnya sebagian besar indeks sektoral menandakan pembukaan pasar yang cenderung konstruktif untuk perdagangan hari itu.
Dalam ulasan kami sebelumnya tentang pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan 15 Oktober 2026, indeks ditutup turun 1,33% ke 5.863 seiring tekanan jual yang meluas dan seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah. Artikel tersebut juga menyoroti aktivitas transaksi yang tinggi serta pergerakan saham yang kontras, dengan AKKU mencatat lonjakan terbesar sementara COIN menjadi salah satu penekan utama.
Berita Stock indexes Terbaru
- Forex
- Crypto