Industri pergadaian perkuat pinjaman berbasis dokumen di Indonesia
Regulasi baru OJK membuka ruang bagi perusahaan pergadaian untuk menjalankan pinjaman berbasis dokumen dengan syarat perizinan dan tata kelola tertentu. Ketentuan ini memperjelas status produk berbasis BPKB yang sudah lama beredar di masyarakat, sekaligus menambah opsi pembiayaan bagi nasabah dan UMKM.
Sorotan
- Penyaluran pembiayaan industri pergadaian per Mei 2026 mencapai Rp 163,27 triliun, naik 57,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
- Produk gadai menyumbang Rp 137,20 triliun atau 84,03% dari total pembiayaan industri pergadaian per Mei 2026 menurut OJK.
- Aset industri pergadaian per Mei 2026 tercatat Rp 193,76 triliun, meningkat 55,72% dari Rp 124,43 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dampak bagi pertumbuhan industri pembiayaan
Menurut Kontan yang mengutip PPGI dan OJK, kehadiran ketentuan tersebut menjadi peluang bagi perusahaan pergadaian yang ingin memperluas layanan pembiayaan. Dari sisi regulator, Kepala Eksekutif Pengawas LPBBTI, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya OJK Agusman menyatakan aturan itu diterbitkan untuk mendukung pertumbuhan industri pergadaian yang sehat dan berkelanjutan serta memperluas inklusi keuangan, UMKM, dan alternatif pembiayaan bagi masyarakat.Dari sisi kinerja, OJK mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 163,27 triliun per Mei 2026, naik 57,97% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, pembiayaan terbesar berasal dari produk gadai sebesar Rp 137,20 triliun, atau 84,03% dari total pembiayaan industri.
OJK juga mencatat aset industri pergadaian per Mei 2026 mencapai Rp 193,76 triliun. Angka tersebut meningkat 55,72% dari Rp 124,43 triliun pada periode yang sama tahun lalu, menunjukkan ruang pertumbuhan industri tetap kuat seiring permintaan pembiayaan dan aktivitas transaksi gadai.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kinerja industri modal ventura per Mei 2026, kami mencatat pembiayaan hanya naik tipis menjadi Rp16,36 triliun sementara profitabilitas tertekan. Kami juga menyoroti rasio BOPO yang berada di level kritis serta kontraksi laba bersih, sehingga pelaku usaha fokus pada efisiensi dan seleksi portofolio untuk menjaga kualitas pertumbuhan.
- Forex
- Crypto