Rupiah melemah pada akhir perdagangan Jakarta di tengah risiko gangguan pasokan energi global

Rupiah melemah pada akhir perdagangan Jakarta di tengah risiko gangguan pasokan energi global
Rupiah tertekan risiko energi

Pergerakan rupiah menutup perdagangan Kamis di zona negatif ketika pasar mencerna kenaikan risiko geopolitik di jalur energi utama Timur Tengah. Mata uang Garuda turun 19 poin, atau sekitar 0,11 persen, ke Rp17.936 per dolar U.S., seiring kekhawatiran bahwa gangguan pelayaran dapat menambah tekanan pada biaya logistik dan sentimen pasar.

Sorotan

  • Rupiah melemah pada akhir perdagangan Jakarta karena pasar menyoroti risiko gangguan pasokan energi global akibat ketidakpastian jalur pelayaran.
  • Kapten kapal tanker dipaksa mengubah rute melalui Afrika bagian selatan, memperpanjang waktu perjalanan dan meningkatkan biaya pengiriman energi.
  • Serangan militer U.S. selama 12 malam berturut-turut terhadap Iran dan ledakan di jalur pelayaran Selat Hormuz semakin menambah ketidakpastian pasar energi.

Dampak pelayaran dan sentimen pasar

Menurut Okezone Economy, gangguan yang berkelanjutan di kawasan itu dapat memaksa kapal tanker mengubah rute memutar melalui Afrika bagian selatan, yang berpotensi memperpanjang waktu perjalanan dan menaikkan biaya pengiriman. Kondisi ini menjadi faktor yang diperhatikan pasar karena dapat memengaruhi arus perdagangan energi dan memperbesar ketidakpastian global.

Di saat yang sama, militer U.S. menyelesaikan rangkaian serangan baru terhadap Iran, yang disebut sebagai serangan malam ke-12 berturut-turut, sehingga menambah ketidakpastian lalu lintas di sekitar Selat Hormuz. Garda Revolusi Iran juga mengatakan sebuah ledakan terjadi di jalur pelayaran yang dipasangi ranjau di selatan Selat Hormuz, dengan satu dari tiga kapal tanker minyak terbakar sementara dua kapal lainnya berbalik arah.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang EUR/USD yang tertahan dalam rentang konsolidasi, kami menyoroti fokus pasar pada keputusan ECB dan Fed serta bagaimana imbal hasil Treasury menjaga dolar tetap tangguh. Kami juga mencatat bahwa ketegangan Timur Tengah memengaruhi pasar melalui kanal energi, karena risiko gangguan pasokan dan rute pengiriman dapat mendorong harga minyak lebih tinggi dan memperbesar tekanan inflasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.