Riset Traders Union: Trader melebih-lebihkan pemahaman mereka tentang leverage

Riset Traders Union: Trader melebih-lebihkan pemahaman mereka tentang leverage
Riset terbaru Traders Union

Banyak trader ritel yakin bahwa mereka memahami cara kerja leverage, tetapi pada praktiknya pengetahuan mereka jauh lebih lemah. Riset Traders Union mengungkapkan adanya kesenjangan yang nyata antara penilaian diri trader dan pemahaman aktual mereka tentang pengaruh leverage terhadap ukuran posisi, margin, dan potensi kerugian.

Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.

Dalam studi “Apakah Trader Ritel Memahami Leverage? ”, analis Traders Union menemukan bahwa sekitar 58% peserta menilai pemahaman mereka tentang leverage tinggi atau sangat tinggi. Namun, hanya 34% yang menunjukkan tingkat pengetahuan objektif yang tinggi dengan menjawab setidaknya lima dari enam pertanyaan dengan benar.

Sebagian besar peserta memahami prinsip dasar leverage dengan cukup baik. Sebagai contoh, 71% dengan benar mengidentifikasi bahwa margin $1.000 dengan leverage 1:20 memungkinkan trader mengendalikan posisi senilai $20.000.

Namun, hasilnya jauh lebih lemah ketika harus menghitung potensi kerugian. Hanya 46% yang dengan benar menentukan bahwa penurunan 3% pada posisi tersebut akan mengakibatkan kerugian sebesar $600.

Leverage sering disalahartikan sebagai ukuran posisi

Masalah lain yang diidentifikasi oleh riset ini adalah hubungan antara leverage dan ukuran posisi. Hanya 41% trader yang memahami bahwa ketika ukuran posisi dan pergerakan harga sama, keuntungan atau kerugian dalam nilai uang tidak bergantung pada rasio leverage.

Pada saat yang sama, 43% secara keliru meyakini bahwa menggunakan leverage 1:20 alih-alih 1:10 secara otomatis menghasilkan keuntungan atau kerugian yang lebih besar.

Leverage itu sendiri tidak mengubah hasil finansial ketika ukuran posisi tetap sama. Leverage menentukan jumlah margin yang diperlukan dan memungkinkan trader mengendalikan posisi yang lebih besar dengan jumlah modal yang sama.

Semakin tinggi leverage, semakin lemah pengetahuannya

Data Traders Union menunjukkan bahwa penggunaan leverage yang lebih tinggi tidak berkaitan dengan pemahaman yang lebih baik tentang cara kerjanya. Sebaliknya, tingkat pengetahuan secara bertahap menurun seiring meningkatnya rasio leverage yang biasanya digunakan.

Di antara trader yang menggunakan leverage 1:10 atau lebih rendah, 42% menunjukkan tingkat pengetahuan yang tinggi. Pada kelompok yang menggunakan leverage di atas 1:50, angka ini turun menjadi 28%. Namun, tingkat kepercayaan diri bergerak ke arah sebaliknya: 64% trader yang menggunakan leverage di atas 1:50 menilai pengetahuan mereka tinggi atau sangat tinggi.

Secara keseluruhan, 42% responden biasanya menggunakan leverage 1:20 atau lebih rendah, sementara 37% menggunakan leverage di atas 1:20. Sebanyak 14% lainnya mengatakan bahwa leverage mereka sangat bervariasi tergantung pada trade, sedangkan 7% tidak dapat mengidentifikasi tingkat leverage yang biasanya mereka gunakan.

Pengalaman meningkatkan pemahaman tentang leverage

Riset ini menemukan bahwa pengalaman trading yang lebih lama berkaitan dengan pemahaman leverage yang lebih baik. Trader dengan pengalaman beberapa tahun umumnya lebih memahami pengaruh leverage terhadap margin, ukuran posisi, dan potensi kerugian dibandingkan peserta dengan pengalaman kurang dari satu tahun.

Namun, pengalaman trading yang luas pun tidak sepenuhnya menghilangkan kesenjangan pengetahuan. Menurut Traders Union, penggunaan leverage secara rutin tidak dengan sendirinya menjamin pemahaman penuh tentang risiko yang terlibat.

Riset Traders Union sebelumnya menemukan bahwa sinyal trading memengaruhi keputusan hampir separuh trader.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.