Pemda didorong kembangkan bahan baku bioetanol, Pertamina disiapkan serap produksi domestik
Dorongan pengembangan bioetanol di daerah menguat seiring upaya pemerintah menekan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak melalui pencampuran etanol ke dalam bensin. Komoditas seperti jagung, singkong, dan tebu dinilai dapat menjadi basis rantai pasok baru jika lahan tidur di daerah mulai diarahkan untuk produksi bahan baku energi.
Sorotan
- Pemerintah mendorong pemda manfaatkan lahan tidur untuk tanam jagung, singkong, dan tebu sebagai bahan baku utama bioetanol.
- Pertamina disiapkan menyerap produksi etanol domestik melalui kebijakan mandatori, menghubungkan suplai daerah dengan permintaan sektor energi nasional.
- Pengembangan bioetanol berbasis bahan baku lokal dinilai mampu mengurangi ketergantungan energi impor dan membuka kegiatan ekonomi baru di daerah.
Pengembangan lahan dan pasar bioetanol
Seperti dilaporkan Okezone Economy Indonesia, pemerintah mendorong pemerintah daerah memanfaatkan lahan tidur untuk menanam komoditas penghasil bahan baku bioetanol, dengan jagung, singkong, dan tebu disebut sebagai opsi utama.Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan dorongan itu saat peresmian operasi kilang LPG PT Energi Nusantara Perkasa di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026). Ia mengatakan di Karawang masih terdapat lahan tidur yang dapat diarahkan untuk pengembangan komoditas perkebunan yang berorientasi pada penyediaan bahan baku.
Menurut Bahlil, pengembangan bahan baku bioetanol perlu ditopang ketersediaan lahan dan keterlibatan pemerintah daerah. Pemanfaatan lahan yang belum produktif dinilai dapat membuka kegiatan ekonomi baru yang terhubung dengan industri pengolahan energi.
Dampak bagi ketahanan energi nasional
Bahlil menilai pengembangan industri berbasis bahan baku lokal menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi dari luar negeri.Ia menjelaskan pemerintah akan mendorong pembentukan pasar bagi produk bioetanol melalui kebijakan mandatori, atau kewajiban pencampuran etanol ke dalam bahan bakar. Dalam skema itu, Pertamina disiapkan menjadi pihak yang menyerap produksi etanol dalam negeri, sehingga pengembangan di tingkat daerah berpotensi langsung terhubung dengan permintaan dari sektor energi nasional.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang strategi BPGMN menekan karhutla di lahan gambut, kami membahas upaya mengurangi kebakaran berulang melalui pendekatan pengelolaan ekosistem. Kami mengulas dorongan budidaya komoditas ramah air seperti sagu, jelutung, dan nanas, serta rencana pembasahan kembali gambut lewat pemetaan kanal dan pembangunan sekat kanal untuk menjaga muka air dan kelembapan.
Berita Local Business Terbaru
- Forex
- Crypto