Indonesia siapkan ekspansi lahan pertanian untuk dukung swasembada pangan

Indonesia siapkan ekspansi lahan pertanian untuk dukung swasembada pangan
Ekspansi lahan pangan Indonesia

Pemerintah menyiapkan tambahan lahan pertanian seluas 2 juta hektare untuk memperkuat produksi pangan nasional dan menopang target swasembada pangan jangka panjang. Tahap awal pengembangan difokuskan pada 500 ribu hektare lahan rawa mineral dengan pelibatan TNI dan Kementerian Pertahanan.

Sorotan

  • Pemerintah Indonesia memetakan 2 juta hektare lahan rawa mineral untuk mendukung kebutuhan pangan penduduk hingga 500 juta orang di masa depan.
  • Fase awal ekspansi lahan pertanian fokus pada pengembangan 500 ribu hektare tanpa membuka hutan primer, disertai optimalisasi, modernisasi, dan perluasan areal tanam.
  • Ekspor sektor pertanian naik Rp166 triliun dan impor turun Rp41 triliun, menciptakan nilai tambah sebesar Rp208 triliun bagi pertanian nasional.

Rencana pengembangan lahan dan target produksi

Menurut Okezone Economy, dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyiapkan peta pengembangan lahan rawa mineral untuk mendukung kecukupan pangan nasional di masa depan.

Ia menyatakan 2 juta hektare lahan telah dipetakan untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduk hingga 500 juta orang ke depan. Pada fase awal, pengembangan diarahkan ke 500 ribu hektare, dengan fokus pada peningkatan kapasitas produksi berbagai komoditas pangan strategis.

Pemerintah juga menegaskan perluasan lahan pertanian dilakukan tanpa membuka kawasan hutan primer. Selain membuka lahan baru, Kementerian Pertanian terus mendorong optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, penguatan sarana produksi, serta perluasan areal tanam.

Dampak bagi ketahanan pangan dan sektor pertanian

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi padi dan jagung agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri. Kebijakan ini menempatkan perluasan lahan sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Amran juga melaporkan ekspor sektor pertanian meningkat Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Menurutnya, perkembangan itu menghasilkan nilai tambah sekitar Rp208 triliun bagi sektor pertanian.

Percepatan program ketahanan pangan yang melibatkan TNI AD menjadi salah satu fokus utama setelah pergantian pucuk pimpinan Angkatan Darat, sebagaimana pernah kami ulas sebelumnya. Dalam pembahasan itu, kami menyoroti dorongan pelaksanaan agenda strategis pemerintah di lapangan, termasuk keberlanjutan program ketahanan pangan serta dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di area gambut sebagai faktor penting bagi stabilitas produksi pertanian.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.