FIF siapkan dana Rp 250,78 miliar untuk pelunasan obligasi jatuh tempo November 2026
PT Federal International Finance menyiapkan dana Rp 250,78 miliar untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo pada 16 November 2026. Kesiapan dana itu mencakup pembayaran pokok beserta kupon bunga atas Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance Tahap II Tahun 2023 Seri B.
Sorotan
- FIF menyiapkan dana Rp 250,78 miliar untuk pelunasan Obligasi Berkelanjutan VI Tingkat Bunga Tetap Tahap II 2023 Seri B jatuh tempo November 2026.
- Obligasi tersebut menawarkan bunga tetap 6,75% per tahun dengan tenor 36 bulan dan pelunasan ditetapkan sesuai ketentuan instrumen utang.
- Obligasi berperingkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia ini memperkuat posisi likuiditas dan kepercayaan investor atas pemenuhan kewajiban FIF.
Rincian pelunasan dan dasar keterbukaan
Menurut Kontan, berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, surat utang yang akan dilunasi adalah Obligasi Berkelanjutan VI Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2023 Seri B, sebagaimana diumumkan perseroan pada Jumat, 16 Oktober 2026.Manajemen FIF menyatakan pengumuman tersebut juga sejalan dengan Peraturan BEI No. I-E tertanggal 29 Januari 2021 mengenai kewajiban penyampaian informasi untuk melaporkan kesiapan dana pelunasan efek bersifat utang. Dalam keterangan resminya, perseroan menegaskan dana telah disediakan untuk pelunasan pokok dan kupon bunga, sehingga kewajiban atas obligasi itu dapat dipenuhi sesuai waktu yang ditetapkan.
Obligasi tersebut memiliki tingkat bunga tahunan 6,75% dengan tenor 36 bulan. FIF juga menyatakan pelunasan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku untuk instrumen utang tersebut.
Dampak terhadap profil kewajiban perseroan
Kesiapan dana pelunasan ini menunjukkan kemampuan FIF memenuhi kewajiban jangka menengahnya di pasar utang domestik menjelang jatuh tempo November 2026. Langkah itu juga memberi kejelasan bagi investor atas pembayaran pokok dan kupon bunga obligasi yang beredar.Di sisi kualitas kredit, obligasi ini telah memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia, yang mencerminkan penilaian sangat kuat terhadap kapasitas pemenuhan kewajiban keuangan. Dengan penyediaan dana tersebut, FIF menegaskan posisi likuiditas untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran surat utang sesuai jadwal.
Dalam artikel kami sebelumnya tentang kesiapan dana pelunasan obligasi Astra Sedaya Finance, perusahaan menyiapkan sekitar Rp 788 miliar untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023 Seri B serta membayar bunga beberapa seri surat utang lain yang jatuh tempo pada Oktober 2026. Ulasan tersebut juga menjelaskan jadwal setoran dana melalui KSEI dan menekankan bahwa kepastian pembayaran pokok serta kupon menjadi indikator disiplin pembayaran dan dukungan terhadap profil likuiditas emiten.
Berita Company News Terbaru
- Forex
- Crypto