Danantara Indonesia tutup dan gabungkan BUMN rugi untuk mengejar laba konsolidasi Rp360 triliun

Danantara Indonesia tutup dan gabungkan BUMN rugi untuk mengejar laba konsolidasi Rp360 triliun
364 BUMN digabung demi laba

Danantara Indonesia menutup dan merampingkan 364 perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang merugi sebagai bagian dari perombakan besar struktur korporasi negara. Langkah ini dilakukan untuk memangkas beban keuangan masa lalu dan mendukung target laba bersih konsolidasi prospektif sebesar Rp360 triliun pada tahun ini.

Sorotan

  • Danantara Indonesia mempercepat restrukturisasi dengan menutup dan menggabungkan ratusan BUMN rugi, menargetkan laba bersih konsolidasi Rp360 triliun tahun ini.
  • Upaya penataan portofolio menyederhanakan 1.074 entitas BUMN menjadi kurang dari 200 perusahaan, difokuskan agar grup BUMN hanya terdiri atas entitas berdaya laba sehat.
  • Konsolidasi meliputi penggabungan 23 kawasan industri, 60 rumah sakit, 120 hotel, lima manajer investasi, serta perampingan perusahaan asuransi dan sekuritas, sebagian selesai sebelum akhir 2024.

Restrukturisasi portofolio dan target tahun ini

Seperti dilaporkan Okezone, mengutip Okezone Economy Indonesia, penutupan dan perampingan ratusan entitas BUMN menjadi bagian dari upaya Danantara untuk menyederhanakan total 1.074 perusahaan hingga nantinya berada di bawah 200 entitas. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyebut langkah tersebut sebagai restrukturisasi terbesar yang pernah dijalankan di Indonesia.

Dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, Dony mengatakan perusahaan yang merugi atau tidak efisien disaring melalui tindakan tegas agar grup BUMN hanya menyisakan entitas yang memiliki daya laba sehat. Menurut dia, restrukturisasi itu juga ditujukan untuk menghentikan pendarahan keuangan dari beban masa lalu sambil mengejar target laba bersih konsolidasi Rp360 triliun pada tahun ini.

Konsolidasi sektor usaha dan dampak bagi BUMN

Penataan portofolio atas 1.074 entitas tersebut dikelompokkan ke dalam empat pilar strategi, dengan konsolidasi atau merger menjadi salah satu pilar utama. Sekitar 200 perusahaan dilebur berdasarkan kesamaan lini bisnis untuk membentuk struktur yang lebih ringkas dan terpusat.

Rinciannya, 23 kawasan industri disatukan menjadi satu entitas, lima manajer investasi menjadi satu, 60 rumah sakit BUMN digabung di bawah satu induk, dan 120 hotel ditempatkan dalam satu payung usaha. Selain itu, 16 perusahaan asuransi diciutkan menjadi tiga kategori, yaitu jiwa, umum, dan kredit, sementara perusahaan sekuritas dirampingkan menjadi dua, dengan sebagian proses ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Dalam artikel kami sebelumnya tentang penyederhanaan regulasi hukum, kami membahas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memangkas aturan dan prosedur yang berbelit untuk mempercepat pelayanan publik serta mendukung pembangunan. Kami juga menyoroti langkah deregulasi Kementerian Hukum, termasuk pemangkasan ratusan peraturan dan penguatan akses dokumen hukum, dengan tujuan menekan biaya, meningkatkan kepastian hukum, dan memperbaiki iklim investasi.

Materi ini mungkin mengandung opini pihak ketiga, tidak ada data dan informasi di halaman web ini yang merupakan nasihat investasi menurut Disclaimer kami. Meskipun kami mematuhi Integritas Editorial yang ketat, postingan ini mungkin mengandung referensi ke produk dari mitra kami.