Tweet tersebut telah dihapus oleh penulis.
Tapi kami menyimpan semuanya 🙂.
Bitcoin semakin menjauh dari pasar saham dan menjadi tidak terlalu bergantung pada dinamika S&P 500. Mata uang kripto secara bertahap tidak lagi hanya dipandang sebagai aset berisiko dan semakin dianggap sebagai instrumen investasi mandiri. Namun, bagaimana transformasi ini dapat memengaruhi harga aset digital terkemuka ini?
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Analis Santiment telah menyoroti sebuah tren yang tidak biasa: Bitcoin mulai bergerak secara independen dari pasar saham. Meskipun BTC sebelumnya sering mengikuti arah yang sama dengan S&P 500, hubungan ini sekarang melemah. Mata uang kripto ini naik bahkan ketika saham-saham jatuh.
Hal ini menjadi sangat terlihat dalam beberapa minggu terakhir, karena pasar tradisional berada di bawah tekanan. Pada tahun-tahun sebelumnya, Bitcoin biasanya akan turun bersama ekuitas dalam kondisi seperti itu, terutama pada sektor teknologi. Sekarang, pola ini tidak lagi terlihat stabil, dan perilaku BTC semakin menyimpang dari logika pasar yang biasa.
"Jika dulu Bitcoin sering bergerak ke arah yang sama dengan indeks AS, ketergantungan ini sekarang melemah. Pasar melihat bahwa BTC semakin bereaksi terhadap faktornya sendiri daripada hanya mencerminkan ekuitas. Ini adalah sinyal penting, karena ini mencerminkan transformasi dalam perilaku aset," kata pedagang kripto Traders Union, Viktoras Karapetyants.
Alasan utama di balik pergeseran ini adalah perubahan struktur permintaan. Sebelumnya, Bitcoin sebagian besar bergerak bersama saham-saham teknologi karena aliran likuiditas secara keseluruhan. Namun sekarang, Bitcoin memiliki sumber permintaannya sendiri. Terutama, ETF spot membawa modal institusional yang konsisten ke dalam BTC.
Faktor lainnya adalah reaksi pasar terhadap operasi militer di Iran. Setelah konflik dimulai pada 28 Februari, indeks saham AS menurun, sementara Bitcoin, sebaliknya, berhasil menguat, CNBC melaporkan.
Akhirnya, harga Bitcoin semakin dipengaruhi oleh faktor pasar kripto internal. Sementara ekuitas didorong oleh suku bunga, pendapatan perusahaan, dan kondisi ekonomi AS, BTC lebih dipengaruhi oleh perilaku paus dan permintaan aset digital secara keseluruhan.
Tetapi mengapa pasar sangat memperhatikan S&P 500? Indeks ini dianggap sebagai salah satu indikator utama pasar saham AS. Indeks ini mencakup perusahaan-perusahaan publik terbesar, dan kinerjanya mencerminkan bagaimana investor menilai kondisi ekonomi, prospek bisnis, dan kesediaan mereka untuk mengambil risiko.
Inilah sebabnya mengapa Bitcoin sering dibandingkan dengan S&P 500 dalam beberapa tahun terakhir. Ketika selera risiko meningkat, investor membeli saham dan mata uang kripto. Hasilnya, BTC mulai bergerak selaras dengan aset berisiko lainnya.
Korelasi yang tinggi antara Bitcoin dan S&P 500 pada tahun-tahun sebelumnya mudah dijelaskan: kedua pasar dipengaruhi oleh faktor yang sama. Ini termasuk kebijakan Federal Reserve, arus masuk likuiditas, selera risiko, dan perilaku institusional. Akibatnya, BTC tidak diperdagangkan sebagai aset yang sepenuhnya independen, melainkan sebagai bagian dari siklus pasar yang lebih luas.
Jika Bitcoin memang bergerak menjauh dari S&P 500, hal ini akan mengubah pendekatan prediksi harga. Sebelumnya, investor sangat bergantung pada kinerja pasar saham: ketika ekuitas turun, BTC biasanya juga berada di bawah tekanan. Sekarang, hubungan ini melemah, sehingga lebih sulit untuk memprediksi harga Bitcoin hanya berdasarkan kondisi ekonomi makro.
Banyak analis sudah memperhitungkan perubahan ini. Sebagai contoh, para ahli di Standard Chartered dan Bernstein memperkirakan Bitcoin akan mencapai sekitar $150.000 pada tahun 2026, meskipun ada ketidakstabilan di pasar saham. Seperti yang dilaporkan oleh The Motley Fool, skenario ini mengasumsikan bahwa kinerja BTC akan lebih sedikit didorong oleh S&P 500 dan lebih banyak didorong oleh permintaan institusional dan perkembangan pasar kripto.
"Jika pemisahan berlanjut, Bitcoin akan berhenti bergantung pada S&P 500 dan mulai membentuk trennya sendiri. Dalam hal ini, potensi pertumbuhannya tidak akan didorong oleh ekonomi AS, tetapi oleh permintaan aset itu sendiri. Bitcoin telah melampaui $100.000 sebelumnya dan berpotensi mencapai $1 juta," ujar analis Traders Union, Anton Kharitonov.
Pasar mendekati titik balik yang penting: Bitcoin tidak lagi terlihat seperti aset yang secara otomatis mengikuti indeks saham. Jika tren saat ini terus berlanjut, BTC dapat memperkuat perannya sebagai instrumen mandiri yang tidak hanya digunakan untuk spekulasi tetapi juga untuk diversifikasi portofolio. Hal ini mengubah seluruh logika pasar, karena perilaku Bitcoin semakin didorong oleh faktor internal daripada faktor eksternal.
Pada saat yang sama, masih terlalu dini untuk berbicara tentang pemutusan hubungan dari S&P 500. Korelasi dapat kembali selama periode guncangan makroekonomi besar atau perubahan kebijakan Federal Reserve. Namun, sudah jelas bahwa pasar menjadi lebih kompleks: Bitcoin mengembangkan dinamikanya sendiri, menciptakan skenario harga baru - baik untuk pertumbuhan maupun peningkatan volatilitas.