Tweet tersebut telah dihapus oleh penulis.
Tapi kami menyimpan semuanya 🙂.
Stablecoin seharusnya membuat crypto lebih praktis. Namun, jika satu USDT atau USDC dirancang bernilai kira-kira satu dolar, muncul pertanyaan yang jelas: mengapa tidak menggunakan dolar saja? Jawabannya sangat bergantung pada tujuan Anda menggunakan uang tersebut.
Artikel ini diterjemahkan dari aslinya. Baca versi asli oleh koresponden kami di sini.
Minat terhadap stablecoin menyebar melampaui kalangan trader crypto. Survei baru Visa terhadap lebih dari 14.000 konsumen di 14 pasar Asia-Pasifik menemukan bahwa 46% memperkirakan akan menggunakan stablecoin dalam lima tahun ke depan, dibandingkan hanya 16% yang telah menggunakannya selama tahun sebelumnya. Namun, hanya 6% responden yang benar-benar memahami cara kerja stablecoin.
Lihat postingan di X Memuat...
“Konsumen ingin stablecoin terasa sebagai bagian alami dari sistem pembayaran yang sudah mereka percaya,” kata Head of Digital Currencies Visa untuk Asia Pasifik, Nischint Sanghavi.
Gagasan dasarnya sederhana. Stablecoin adalah token digital yang dirancang untuk mengikuti nilai aset lain, biasanya mata uang tradisional seperti dolar AS. Berbeda dari Bitcoin atau Ether, tujuan utamanya bukan untuk naik harga. Stablecoin dirancang agar sesuatu yang menyerupai uang biasa dapat digunakan di blockchain. Namun, manfaatnya bergantung pada situasinya. Berikut lima cara stablecoin telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Transfer internasional adalah salah satu penggunaan stablecoin yang paling mudah dipahami. Seseorang di satu negara dapat mengirim USDT atau USDC langsung kepada penerima di negara lain tanpa menunggu jam operasional perbankan. Penerima dapat menyimpan stablecoin tersebut, menukarnya ke mata uang lokal, atau menggunakannya melalui layanan yang didukung.
Hal ini sangat berguna untuk remitansi. Survei terbaru Visa menemukan bahwa 49% responden memperkirakan stablecoin akan digunakan secara luas untuk transfer internasional dalam lima tahun ke depan. Stablecoin juga dapat dipindahkan kapan saja, termasuk pada akhir pekan, meskipun biaya dan kecepatannya bergantung pada blockchain serta layanan yang digunakan.
Bayangkan seorang desainer di Argentina yang bekerja untuk perusahaan di AS, atau developer di Filipina dengan klien di seluruh Eropa. Menerima pembayaran dapat melibatkan biaya bank, konversi mata uang, perantara, dan waktu tunggu hingga beberapa hari. Stablecoin menawarkan opsi lain: klien mengirim dolar digital langsung ke wallet pekerja tersebut.
Hal ini sudah terjadi dalam skala yang cukup signifikan. Sebuah studi global pada 2026 terhadap freelancer, pekerja gig, dan penjual di marketplace menemukan bahwa di antara mereka yang menerima pembayaran stablecoin atau crypto, pembayaran tersebut menyumbang sekitar 35% dari pendapatan tahunan mereka. Hampir tiga perempat responden mengatakan stablecoin memudahkan mereka bekerja dengan klien internasional.
Bagi pekerja, ada manfaat praktis lainnya. Mereka dapat menerima pembayaran dalam aset yang nilainya terkait dengan dolar, lalu menentukan kapan akan menukarnya ke mata uang lokal, alih-alih konversi terjadi secara otomatis saat uang diterima.
Kasus penggunaan ini mungkin tampak tidak perlu jika Anda sudah memiliki akses mudah ke rekening bank dolar. Situasinya sangat berbeda di negara yang mata uang lokalnya kehilangan nilai dengan cepat atau akses terhadap mata uang asing dibatasi.
Stablecoin yang didukung dolar memungkinkan seseorang dengan smartphone dan crypto wallet untuk menyimpan aset yang dirancang mempertahankan nilai dolar AS. Hal ini membantu menjelaskan mengapa stablecoin menjadi sangat populer di negara-negara yang terdampak inflasi, depresiasi mata uang, dan keterbatasan akses terhadap dolar.
Namun, ada perbedaan penting. Menyimpan USDT atau USDC tidak sama dengan menyimpan dolar di rekening bank yang diasuransikan. Stablecoin memiliki risikonya sendiri, termasuk masalah pada penerbit atau cadangannya, kehilangan akses ke wallet, atau kemungkinan token kehilangan patokan terhadap dolar untuk sementara waktu.
Memiliki dolar digital adalah satu hal. Menggunakannya untuk membeli makan malam adalah hal lain. Kartu yang terhubung dengan stablecoin mulai menjembatani kesenjangan tersebut, dan dari perspektif pelanggan, cara kerjanya mirip dengan kartu pembayaran biasa.
Dana diambil dari saldo stablecoin pengguna, sementara merchant dapat menerima pembayaran melalui sistem kartu yang sudah dikenal tanpa harus menerima crypto secara langsung. Kini Visa mendukung lebih dari 160 program kartu yang terhubung dengan stablecoin, sementara survei konsumen terbarunya menemukan minat untuk menggunakan stablecoin dalam belanja online, perjalanan, dan pembelian di luar negeri.
Dalam praktiknya, Anda tidak selalu harus mencari restoran atau toko online yang menerima USDT. Konversi dapat berlangsung di balik layar, sementara pelanggan membayar seperti menggunakan kartu lainnya.
Inilah kasus penggunaan yang pertama kali membuat stablecoin sangat penting bagi trader crypto. Seseorang yang menjual Bitcoin tidak selalu ingin menarik uangnya ke rekening bank setiap kali. Sebagai gantinya, Bitcoin dapat ditukar dengan USDT atau USDC, sehingga dana tetap berada dalam ekosistem crypto tanpa paparan yang sama terhadap fluktuasi harga Bitcoin.
Stablecoin tersebut kemudian dapat digunakan untuk membeli Bitcoin, Ether, atau cryptocurrency lain di kemudian hari. Stablecoin juga dapat dipindahkan antar-exchange, wallet, dan aplikasi blockchain tanpa harus berulang kali mengonversi dana antara crypto dan rekening bank tradisional.
Stablecoin semakin banyak digunakan di luar trading, tetapi hubungannya dengan crypto tetap fundamental. Dalam banyak hal, stablecoin berfungsi sebagai versi uang tunai dalam industri ini, menyediakan tempat yang relatif stabil untuk menyimpan dana di antara transaksi crypto.
Bagi banyak orang, mungkin belum. Jika bank Anda sudah menyediakan transfer murah, akses mudah ke dolar, dan kartu yang dapat digunakan di mana pun Anda membutuhkannya, stablecoin mungkin hanya menambah satu langkah.
Namun, perhitungannya berubah ketika batas negara, mata uang, atau sistem perbankan menjadi hambatan. Stablecoin dapat menyediakan akses ke dolar digital, mempermudah pembayaran internasional, membantu orang menerima penghasilan dari luar negeri, dan semakin terhubung langsung dengan pembayaran kartu biasa.
Bagi kebanyakan orang, itulah mungkin ujian sebenarnya. Stablecoin akan menjadi berguna bukan ketika semua orang memahami cara kerja blockchain, melainkan ketika penggunaannya terasa tidak lebih rumit daripada mengirim atau membelanjakan uang saat ini.